BoJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

AKURAT.CO Bank of Japan (BoJ) tengah menghadapi dilema dalam menentukan kebijakan moneternya, dengan tanda-tanda kuat bahwa kenaikan suku bunga mungkin segera dilakukan.
Dalam ringkasan opini pada pertemuan Desember Jumat (27/12/2024), beberapa pembuat kebijakan menyebutkan bahwa kondisi untuk menaikkan suku bunga "mulai terbentuk," meskipun ada ketidakpastian terkait momentum kenaikan upah dan kebijakan ekonomi pemerintahan Amerika Serikat yang baru.
Pada pertemuan Desember 18-19, BoJ memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di 0,25%. Gubernur Kazuo Ueda menjelaskan keputusan ini bertujuan untuk memantau data lebih lanjut terkait momentum upah tahun depan serta perkembangan kebijakan fiskal dan ekonomi di Jepang dan AS.
Baca Juga: Pasar Asia Bergerak Lamban di Akhir Tahun, Yen Masih Tertekan
Dikutip dari Reuters, beberapa anggota dewan menyuarakan kekhawatiran terkait profitabilitas perusahaan kecil di Jepang yang masih lemah dan ketidakpastian ekonomi global. Salah satu anggota menggarisbawahi pentingnya memantau ketidakpastian yang berasal dari perekonomian AS, namun menambahkan bahwa BoJ kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Sementara itu, opini lain mencatat bahwa ekonomi Jepang kini berada pada kondisi yang memungkinkan penyesuaian terhadap kebijakan moneter yang akomodatif. Meski begitu, kerentanan ekonomi global masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Dalam ringkasan tersebut, tampak jelas adanya perpecahan pendapat antara kubu hawkish yang mendukung kenaikan suku bunga dan kubu dovish yang lebih hati-hati. Anggota yang hawkish berpendapat bahwa BoJ perlu menaikkan suku bunga secara "proaktif dan bertahap" untuk mengantisipasi risiko inflasi yang terus meningkat.
Sebaliknya, beberapa anggota dovish menilai tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga saat ini, mengingat stabilisasi biaya impor dan pertumbuhan upah yang masih tertinggal dibandingkan tingkat inflasi. Salah satu pendapat menyebutkan bahwa dampak kenaikan upah terhadap harga layanan akan membutuhkan waktu, terutama karena konsumsi masih relatif lemah.
Ekonomi Jepang tumbuh sebesar 1,2% secara tahunan pada kuartal ketiga tahun ini, melambat dari pertumbuhan 2,2% pada kuartal sebelumnya. Konsumsi hanya meningkat sebesar 0,7%, menunjukkan kelemahan daya beli masyarakat.Para pembuat kebijakan BoJ berharap kenaikan upah reguler yang berkisar 2,5% hingga 3% dapat terus mendukung konsumsi. Namun, permintaan yang melambat di Tiongkok dan ketidakpastian terkait kebijakan ekonomi presiden terpilih AS, Donald Trump, dapat membebani laba perusahaan Jepang.
BoJ akan mengadakan tinjauan kebijakan berikutnya pada 23-24 Januari 2025. Sebelumnya, laporan ekonomi regional yang akan dirilis pada 9 Januari diharapkan dapat memberikan gambaran apakah kenaikan upah telah meluas ke perusahaan kecil.Wakil Gubernur BoJ, Ryozo Himino, juga dijadwalkan menyampaikan pidato pada 14 Januari, yang kemungkinan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan suku bunga di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








