Akurat

AS Umumkan Pembatasan Ekspor Baru, Tahan Distribusi Semikonduktor ke China

Demi Ermansyah | 3 Desember 2024, 17:16 WIB
AS Umumkan Pembatasan Ekspor Baru, Tahan Distribusi Semikonduktor ke China

AKURAT.CO Amerika Serikat mengumumkan pembatasan ekspor baru pada hari Senin (2/12) yang menarget kemampuan China untuk membuat semikonduktor canggih. Pembatasan tersebut memicu kecaman segera dari Beijing ketika persaingan semakin ketat antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Langkah ini meningkatkan upaya AS untuk memperketat pembatasan ekspor cip canggih ke China, yang bertujuan menghambat kemampuan negara tersebut membuat cip yang dapat digunakan dalam sistem senjata canggih dan kecerdasan buatan.

Pengumuman ini disampaikan beberapa minggu sebelum Presiden terpilih Donald Trump kembali ke Gedung Putih, di mana ia diperkirakan akan memperkuat sikap agresif Washington terhadap China.

"Amerika Serikat telah mengambil langkah signifikan untuk melindungi teknologi kita agar tidak digunakan oleh musuh dengan cara yang mengancam keamanan nasional kita," kata Penasihat Keamanan Nasional, Jake Sullivan melalui lansiran VoA, Selasa (3/12/2024).

"Washington akan terus bekerja sama dengan sekutu-sekutu dan mitra-mitranya untuk secara proaktif dan agresif menjaga teknologi dan pengetahuan kita yang terdepan di dunia sehingga tidak digunakan untuk mengganggu keamanan nasional kita," imbuh Sullivan.

Baca Juga: Perang Dagang Kembali Memanas, Siapkah China Hadapi AS?

Beijing pada hari Senin bertekad untuk membela kepentingannya, dan juru bicara kementerian perdagangan China mengatakan Amerika Serikat "menyalahgunakan tindakan pengendalian ekspor" dan telah "menghambat pertukaran ekonomi dan perdagangan yang normal."

Aturan terbaru AS mencakup pembatasan ekspor ke 140 perusahaan, termasuk dua perusahaan cip China Piotech dan SiCarrier Technology. Hal ini juga berdampak pada Naura Technology Group, yang membuat peralatan produksi cip, menurut Departemen Perdagangan. Lainnya termasuk entitas di Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.

Aturan baru AS juga mencakup kontrol terhadap lebih dari 20 jenis peralatan pembuat cip dan tiga jenis perangkat lunak untuk mengembangkan atau memproduksi semikonduktor.

“Kami terus-menerus berbicara dengan sekutu-sekutu dan mitra-mitra kami serta mengevaluasi kembali dan memperbarui kontrol kami,” kata Wakil Menteri Perdagangan bidang industri dan keamanan Alan Estevez. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.