RI Merapat ke BRICS dan OECD, Untung Mana?
Demi Ermansyah | 19 November 2024, 22:59 WIB

AKURAT.CO Indonesia, sebagai negara berkembang terbesar di Asia Tenggara, kini tengah dihadapkan pada pertanyaan besar mengenai masa depannya dalam tatanan ekonomi global.
Yakni 'Apakah lebih baik bergabung dengan BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan), organisasi ekonomi yang mewakili kekuatan negara-negara berkembang, atau OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), organisasi yang terdiri dari negara-negara maju dengan ekonomi terbesar dan paling berkembang di dunia?' Atau, mungkinkah Indonesia sebaiknya bergabung dengan kedua organisasi ini sekaligus?
Untuk menjawab pertanyaan diatas tersebut, perlu melihat lebih dalam pada manfaat, tantangan, dan potensi dampak dari keikutsertaan Indonesia dalam masing-masing organisasi tersebut.
BRICS: Kemitraan untuk Negara Berkembang
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (19/11/2024), BRICS, yang terdiri dari lima negara besar berkembang Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan merupakan kelompok negara yang berusaha membangun ekonomi yang lebih seimbang di dunia.
Baca Juga: AS Dukung RI Percepat Aksesi OECD
Organisasi ini berfokus pada peningkatan kerjasama ekonomi, keuangan, dan politik antara negara-negara anggota yang memiliki potensi besar untuk berkembang, namun juga menghadapi tantangan yang signifikan.
Manfaat Bergabung dengan BRICS
1. Akses ke Pasar yang Luas
Negara-negara BRICS memiliki pasar domestik yang besar dan potensi pertumbuhan yang tinggi. Bergabung dengan BRICS akan memberi Indonesia akses lebih mudah ke pasar-pasar ini, terutama China dan India, yang merupakan dua ekonomi terbesar di dunia dengan populasi yang sangat besar.
2. Diversifikasi Ekonomi
Indonesia bisa memanfaatkan kemitraan ini untuk memperluas sektor-sektor yang belum berkembang dengan pesat, seperti industri manufaktur dan teknologi, yang menjadi fokus penting bagi negara-negara BRICS.
3. Meningkatkan Diplomasi Ekonomi
Bergabung dengan BRICS dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percakapan ekonomi global. Dengan keanggotaan dalam BRICS, Indonesia bisa lebih banyak dilibatkan dalam pembahasan isu-isu ekonomi dunia yang melibatkan negara berkembang.
4. Pembiayaan Infrastruktur
Salah satu fokus utama BRICS adalah mendukung pembangunan infrastruktur di negara-negara anggotanya. Indonesia, yang masih menghadapi tantangan besar dalam hal infrastruktur, bisa mendapatkan akses ke pendanaan dan dukungan teknis untuk proyek-proyek pembangunan yang mendesak.
Tantangan Bergabung dengan BRICS
1. Kesulitan dalam Menjaga Keseimbangan Kepentingan
Negara-negara BRICS memiliki kepentingan yang tidak selalu sejalan, terutama terkait dengan politik dan kebijakan luar negeri. Misalnya, ketegangan antara China dan India atau kebijakan Rusia yang seringkali tidak sejalan dengan negara-negara BRICS lainnya.
Indonesia mungkin akan menghadapi kesulitan dalam menjaga keseimbangan kepentingannya dalam menghadapi dinamika politik ini.
2. Kesenjangan Pembangunan
Meskipun negara-negara BRICS adalah negara berkembang, tingkat pembangunan di antara mereka sangat bervariasi. Indonesia mungkin menghadapi kesulitan untuk menyelaraskan kebijakan dalam kerangka kerja sama yang lebih besar ini, terutama jika pertumbuhan ekonominya tidak secepat negara anggota lainnya, seperti China.
OECD: Menjadi Bagian dari Dunia Maju
OECD, yang terdiri dari negara-negara dengan ekonomi maju, memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kebijakan ekonomi dan sosial antar anggotanya. Negara-negara OECD memiliki pendapatan per kapita yang tinggi dan memiliki standar hidup yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara BRICS.
Manfaat Bergabung dengan OECD
1. Akses ke Teknologi dan Pengetahuan
Bergabung dengan OECD membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengakses teknologi canggih dan praktik terbaik dalam berbagai sektor, mulai dari energi, pendidikan, hingga kesehatan.
Negara-negara OECD memiliki pengalaman dan teknologi yang sangat maju yang bisa mempercepat transformasi digital dan inovasi di Indonesia.
2. Peningkatan Kualitas Pemerintahan dan Kebijakan Publik
OECD memiliki berbagai mekanisme untuk membantu negara-negara anggotanya memperbaiki kualitas pemerintahan dan kebijakan publik. Bagi Indonesia, yang masih terus berupaya memperbaiki birokrasi dan transparansi pemerintah, bergabung dengan OECD bisa menjadi jalan untuk belajar dari negara-negara maju.
3. Memperkuat Keamanan Ekonomi
Negara-negara OECD sangat stabil secara politik dan ekonomi. Bergabung dengan organisasi ini dapat memberi Indonesia lebih banyak stabilitas dalam hubungan internasional dan meningkatkan kepercayaan investor asing.
4. Akses ke Fasilitas Pembiayaan dan Investasi
OECD juga memfasilitasi kerja sama antara negara-negara anggotanya dalam berbagai proyek pembiayaan dan investasi. Indonesia bisa mendapatkan lebih banyak akses ke dana yang diperlukan untuk mengembangkan sektor-sektor ekonomi strategis, seperti infrastruktur dan teknologi.
Tantangan Bergabung dengan OECD
1. Standar yang Tinggi
Negara-negara OECD memiliki standar yang sangat tinggi dalam berbagai aspek, mulai dari pemerintahan yang transparan hingga keberlanjutan sosial dan lingkungan. Indonesia, sebagai negara berkembang, harus beradaptasi dengan standar ini, yang bisa memerlukan waktu dan biaya yang cukup besar.
2. Tantangan dalam Menjaga Pertumbuhan Ekonomi
Bergabung dengan OECD mungkin akan membuat Indonesia harus mematuhi lebih banyak aturan dan regulasi internasional yang mungkin bisa membatasi kebijakan pembangunan yang lebih agresif untuk mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.
Saling Melengkapi untuk Indonesia?
Memilih untuk bergabung dengan BRICS atau OECD bukanlah pilihan yang harus dilakukan secara eksklusif. Indonesia mungkin bisa memperoleh manfaat dari kedua organisasi tersebut, meskipun dengan cara yang berbeda.
Manfaat Gabungan
1. Strategi Diversifikasi yang Seimbang
Dengan bergabung dengan BRICS, Indonesia bisa memperkuat hubungan dengan negara-negara berkembang dan memanfaatkan potensi pasar besar. Di sisi lain, bergabung dengan OECD bisa memberi akses kepada Indonesia untuk meningkatkan kualitas teknologi dan manajerial dari negara-negara maju.
2. Pengaruh Global yang Lebih Kuat
Dengan menjadi bagian dari dua blok ekonomi besar ini, Indonesia bisa meningkatkan posisi diplomatiknya di panggung global. Sebagai negara yang memiliki hubungan baik dengan negara-negara berkembang maupun negara maju, Indonesia bisa menjadi mediator penting dalam banyak isu internasional.
3. Pembelajaran dari Kedua Dunia
Indonesia bisa mengambil manfaat dari pembelajaran dua pendekatan yang berbeda: pendekatan yang lebih fokus pada pembangunan negara berkembang melalui BRICS dan pendekatan yang lebih berfokus pada kualitas dan standar tinggi melalui OECD.
Tantangan Gabungan
1. Kebijakan Luar Negeri yang Lebih Rumit
Indonesia harus menjaga keseimbangan antara kepentingan negara-negara BRICS dan OECD yang seringkali bertentangan. Kebijakan luar negeri Indonesia harus dapat menavigasi hubungan antara dua blok ini dengan bijak.
2. Kesulitan dalam Menyesuaikan Kebijakan Ekonomi
Indonesia harus mengadaptasi kebijakan ekonomi dan sosial untuk memenuhi standar yang berbeda yang diajukan oleh BRICS dan OECD, yang bisa menjadi tantangan besar dalam waktu singkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









