Akurat

Investasi China ke RI Terus Meningkat

Demi Ermansyah | 12 November 2024, 23:15 WIB
Investasi China ke RI Terus Meningkat

AKURAT.CO Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani optimistis investasi China ke Indonesia terus meningkat.

”China menjadi salah satu investor yang konsisten menempati posisi atas di Indonesia. Dan seperti apa yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto, Pemerintah Indonesia akan terus mendorong pada penciptaan iklim investasi yang kondusif dan fasilitas yang memadai bagi investor," ujar Rosan di Jakarta, Selasa (12/11/2024).
 
Indonesia sudah menjalin hubungan diplomatik dengan RRC sejak tahun 1950.
 
 
Hubungan ekonomi antara Indonesia dan RRC terus meningkat, terutama setelah berlakunya Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ASEAN-China Free Trade Area) sejak awal 2010 dan sejak adanya Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-RRC pada tahun 2013.
 
Investasi RRC di Indonesia terus meningkat selama beberapa tahun terakhir, hal ini tercermin dengan meningkatnya posisi RRC dari peringkat ke-9 Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Indonesia pada tahun 2015, menjadi peringkat ke-2 terbesar pada tahun 2019.
 
Sepanjang 2019 hingga September 2024, investasi RRC di Indonesia mencapai USD34,19 miliar atau 18% investasi asing di Indonesia.
 
Pada periode tersebut, investasi RRC di Indonesia didominasi oleh sektor industri logam dasar senilai USD14,39 miliar (42%), transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar USD7,98 miliar (23%), industri kimia dan farmasi sebesar USD3,18 miliar (9%), listrik, gas, dan air sebesar USD2,70 miliar (8%), serta kawasan industri, perumahan, dan perkantoran sebesar USD2,21 miliar (6%).
 
Berdasarkan lokasi, investasi RRT lebih besar berada di luar Pulau Jawa (67%) dibanding Pulau Jawa (33%).
 
Lokasi dengan investasi tertinggi adalah Sulawesi Tengah sebesar USD12,54 miliar (37%), Jawa Barat sebesar USD7,19 miliar (21%). Kemudian Maluku Utara sebesar USD5,18 miliar (15%), Jakarta sebesar USD1,66 miliar (5%), dan Banten USD1,34 miliar (4%).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.