Akurat Logo

BUMN Dorong Ekonomi Nasional dengan Kontribusi Besar di Tengah Gejolak Global

Petrus C. Vianney | 5 November 2024, 15:39 WIB
BUMN Dorong Ekonomi Nasional dengan Kontribusi Besar di Tengah Gejolak Global

AKURAT.CO BUMN menunjukkan komitmen dalam menjaga perekonomian Indonesia tetap stabil di tengah tantangan global. Menurut Kementerian BUMN, laba konsolidasi perusahaan-perusahaan BUMN pada tahun 2023 mencapai Rp292 triliun, naik 14,96 persen dibanding tahun sebelumnya.

BUMN juga berkontribusi 21,9 persen terhadap pendapatan negara di luar hibah dan menyetorkan dividen sebesar Rp80,2 triliun pada 2023. Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga, menyatakan BUMN telah menjadi penggerak ekonomi, terutama di masa pandemi Covid-19.

"Disana juga terlihat bagaimana BUMN hadir untuk menelamatkan bangsa," ujar Arya saat acara Indonesia Best BUMN Awards 2024, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Senin (4/11/2024).

BUMN tidak hanya berperan dalam program vaksinasi nasional tetapi juga menjaga agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) meski banyak perusahaan swasta mengalami kesulitan.

Selain itu, program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dikelola PT PNM membantu ibu rumah tangga prasejahtera memulai dan mengembangkan usaha, dengan jumlah penerima manfaat naik dari 5 juta di 2019 menjadi lebih dari 15 juta pada 2023.

BUMN juga berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional, seperti pembangunan jalan tol di Sumatera dan Jawa, serta pengoperasian kereta cepat.

Total kontribusi BUMN selama lima tahun terakhir mencapai hampir Rp2.000 triliun, yang terdiri dari pajak, PNBP dan dividen kepada negara.

Sebagai bentuk apresiasi atas peran penting BUMN, Warta Ekonomi memberikan penghargaan 'Indonesia Best BUMN Awards 2024' kepada beberapa perusahaan BUMN yang berprestasi, termasuk PT Jasa Raharja, PT PP (Persero), PT Kereta Api Logistik, PT INALUM, PT Elnusa Tbk, PT Mandiri Utama Finance, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Phapros Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

Kemudian juga PT Petrokimia Gresik, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT BRI Asuransi Indonesia, PT AXA Mandiri Financial Services, PT Bank Raya Indonesia Tbk, PT BNI Multifinance, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.