Akurat Logo

Pasar Apresiasi Prabowo Tetap Pilih Menteri Ekonomi Berpengalaman

Hefriday | 22 Oktober 2024, 14:40 WIB
Pasar Apresiasi Prabowo Tetap Pilih Menteri Ekonomi Berpengalaman

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan susunan kabinetnya pada 20 Oktober 2024, dengan sejumlah tokoh dari era pemerintahan Joko Widodo yang tetap bertahan di posisi strategis, khususnya di sektor ekonomi.

Keputusan ini mendapat tanggapan positif dari sejumlah ekonom, termasuk Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.


Menurut Josua, keberlanjutan tokoh-tokoh penting seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal positif bagi stabilitas kebijakan ekonomi. Keberlanjutan ini, kata Josua, diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi investor dan mengurangi ketidakpastian pasar.

"Stabilitas kebijakan sangat penting untuk menjaga kepercayaan pasar. Dengan tetap adanya tokoh-tokoh yang berpengalaman dalam sektor ekonomi, transisi kebijakan dari pemerintahan sebelumnya akan berjalan lebih mulus, sehingga dapat memperlancar operasional pemerintahan baru," jelas Josua saat dihubungi Akurat.co, Selasa (22/10/2024).

Baca Juga: Prabowo Punya 7 Menko, Ekonom: Percepat Koordinasi

Selain mempertahankan beberapa tokoh dari kabinet sebelumnya, Prabowo juga berusaha menyeimbangkan kabinetnya dengan memadukan menteri yang berasal dari kalangan politisi dan profesional. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memastikan implementasi kebijakan yang lebih baik dan efektif di bawah pemerintahan baru.

Josua melihat keterlibatan banyak profesional dalam sektor ekonomi dapat memperkuat keyakinan bahwa eksekusi kebijakan akan lebih terarah. "Keterlibatan profesional di sektor-sektor strategis ekonomi meningkatkan peluang keberhasilan dalam eksekusi kebijakan yang lebih terukur dan berdasarkan data. Hal ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas dan kesinambungan kebijakan," tambahnya.

Meskipun demikian, ia juga mengingatkan bahwa besar dan kompleksnya struktur kabinet Prabowo dengan 48 menteri bisa menimbulkan tantangan dalam hal koordinasi antar kementerian. Terutama di sektor ekonomi, yang memerlukan kerjasama lintas kementerian yang efektif, potensi tumpang tindih kebijakan bisa menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik.

Kabinet Prabowo yang beranggotakan 48 menteri menciptakan ruang bagi sinergi, tetapi juga membawa tantangan terkait dengan koordinasi antar kementerian, khususnya dalam menghadapi isu-isu kompleks di bidang ekonomi. Josua menekankan bahwa kerjasama yang solid antar kementerian menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan ekonomi yang stabil dan efisien.

“Besarnya kabinet bisa menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan seluruh kementerian bergerak ke arah yang sama, khususnya dalam isu-isu yang bersifat lintas sektor seperti investasi dan perdagangan. Koordinasi yang baik antara para menteri menjadi sangat penting untuk menghindari kebijakan yang tumpang tindih,” tegas Josua.

Meski tantangan ini nyata, Josua optimis bahwa dengan pengalaman para tokoh di sektor ekonomi dan dukungan dari profesional yang kompeten, kabinet Prabowo dapat memberikan dampak positif pada perekonomian Indonesia.

Secara keseluruhan, keterlibatan tokoh-tokoh yang telah berpengalaman dalam kabinet Prabowo, terutama di sektor ekonomi, dipandang memberikan dampak positif bagi pasar dan investor. Dengan tetap mempertahankan figur seperti Sri Mulyani dan Airlangga Hartarto, ada harapan bahwa kebijakan ekonomi akan berjalan stabil dan transisi dari pemerintahan sebelumnya dapat terlaksana dengan baik.

Namun, tantangan utama yang harus dihadapi adalah menjaga sinergi dan efisiensi di dalam kabinet yang besar, terutama dalam menciptakan kebijakan ekonomi yang terkoordinasi dengan baik antar kementerian. Suksesnya kabinet ini akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah untuk menciptakan sinergi yang kuat di antara para menterinya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa