Akurat

8 Pemicu Kegagalan Investasi

Hefriday | 19 Oktober 2024, 14:12 WIB
8 Pemicu Kegagalan Investasi

AKURAT.CO Saat berinvestasi, harapan setiap investor adalah melihat modal yang ditanamkan tumbuh dan berkembang hingga mencapai tujuan keuangan. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian.

Sering kali, alih-alih mendapatkan keuntungan, nilai investasi justru stagnan atau bahkan menurun, membuat investor bingung dan tak tahu harus mengambil langkah apa.

Kegagalan dalam investasi sebenarnya adalah hal yang umum terjadi, bahkan pada investor berpengalaman. Namun, kegagalan ini tidak harus menjadi akhir. Dengan mengenali penyebab kegagalan, investor dapat belajar dari kesalahan dan menghindari mengulanginya di masa depan. 

Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (19/10/2024), berikut beberapa faktor yang sering menjadi penyebab kegagalan investasi:

1. Berinvestasi Tanpa Memahami Produk
 
Salah satu kesalahan mendasar adalah membeli produk investasi yang tidak dipahami dengan baik. Misalnya, banyak investor pemula yang tergiur untuk berinvestasi di saham tanpa memahami mekanisme dan risikonya. Saham, yang dikenal sebagai instrumen high risk, membutuhkan pemahaman mendalam mengenai analisis fundamental dan teknikal untuk bisa memilih saham yang berpotensi memberikan keuntungan.
 
Baca Juga: Tips Investasi Jangka Panjang dengan Deposito Online

2. Terburu-buru dan Salah Mengambil Momentum
 
Kegagalan investasi juga sering terjadi karena investor terlalu gegabah dan berharap keuntungan besar dalam waktu singkat. Padahal, investasi adalah proses jangka panjang yang memerlukan kesabaran. Terlalu cepat berharap keuntungan besar dapat membuat investor terjebak dalam pengambilan keputusan yang keliru.

3. Mengikuti Tren dan FOMO
 
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau sekadar mengikuti tren tanpa pertimbangan matang bisa membawa investor ke dalam jebakan saham gorengan. Saham jenis ini sering kali dijual oleh pihak yang ingin memanfaatkan tren sesaat, dan investor yang tergiur biasanya akan mengalami kerugian besar.

4. Fanatik pada Perusahaan Tertentu
 
Memegang saham dari satu perusahaan tanpa mempertimbangkan prospek jangka panjangnya adalah bentuk fanatisme yang bisa merugikan. Jika nilai saham tidak lagi berkembang, sebaiknya investor mempertimbangkan untuk beralih ke instrumen lain yang lebih menjanjikan.

5. Investasi Tanpa Rencana Matang
 
Investasi yang tidak didasari oleh perencanaan yang jelas berpotensi gagal. Tanpa tujuan yang konkret, investor akan kesulitan menentukan strategi dan instrumen yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk menetapkan tujuan investasi yang jelas dan jangka waktu yang spesifik.

6. Tidak Rutin Memantau dan Mengevaluasi Portofolio
 
Memantau perkembangan portofolio secara berkala sangat penting. Jika pasar tidak berjalan sesuai dengan perkiraan awal, penyesuaian strategi mungkin diperlukan agar investasi tetap berjalan sesuai rencana.

7. Keluar dari Rencana Investasi
 
Keluar dari jalur atau rencana investasi awal juga bisa menyebabkan kegagalan. Konsistensi sangat diperlukan dalam investasi, dan mengalihkan dana investasi untuk kebutuhan lain yang tidak terencana, seperti membeli barang konsumtif, dapat menghambat tercapainya tujuan investasi.

8. Tidak Melakukan Diversifikasi
 
Diversifikasi adalah kunci untuk meminimalkan risiko kerugian. Investor yang hanya menaruh seluruh modalnya dalam satu instrumen berisiko tinggi kehilangan semuanya jika instrumen tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Sebaiknya, modal dibagi ke dalam beberapa instrumen yang berbeda untuk meminimalkan risiko kerugian.

Kegagalan dalam investasi sering kali disebabkan oleh kurangnya pemahaman, perencanaan yang buruk, serta sikap tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Untuk menjadi investor yang sukses, penting untuk memahami setiap produk investasi, merencanakan strategi yang matang, dan disiplin dalam memantau serta mengevaluasi portofolio. 
 
Diversifikasi juga merupakan strategi penting yang dapat melindungi investor dari risiko kerugian besar. Dengan mengenali dan menghindari kesalahan-kesalahan ini, tujuan keuangan yang diimpikan akan lebih mudah tercapai.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa