Akurat

100 Hari Pertama Pemerintahan Prabowo, Publik Fokus pada Efektivitas Kabinet Gemoy

Hefriday | 17 Oktober 2024, 17:01 WIB
100 Hari Pertama Pemerintahan Prabowo, Publik Fokus pada Efektivitas Kabinet Gemoy

AKURAT.CO Pemerintahan Prabowo diharapkan mampu memperbaiki beberapa kelemahan yang terjadi di masa kepemimpinan sebelumnya, khususnya terkait pembelanjaan negara dan efektivitas kabinet.

Menurut Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman, penting bagi Prabowo untuk memiliki komitmen yang kuat demi memastikan pemerintahan ke depan tidak mengulangi kesalahan yang terjadi di masa Presiden Joko Widodo. "Pak Prabowo harus punya rasa komitmen yang kuat dan lebih besar agar tak terulang lagi pada masa pemerintahannya seperti masa sebelumnya presiden Jokowi," ungka Rizal di sela seminar yang diselenggarakan oleh INDEF, Rabu (16/10/2024). 

Menurut Rizal, komitmen ini harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang lebih terukur, transparan, dan akuntabel. Prabowo diharapkan mampu membawa visi dan misi baru yang segar, yang tidak hanya mengulang kebijakan lama, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan tantangan ekonomi global dan domestik saat ini.
 
 
Dengan adanya berbagai perubahan struktural, termasuk penambahan jumlah menteri dalam kabinet, tantangan bagi pemerintah baru ini menjadi semakin besar. Rizal menggarisbawahi bahwa penambahan kursi menteri dalam kabinet Prabowo akan berdampak signifikan pada anggaran negara.
 
“Dengan adanya penambahan kursi Menteri, artinya akan menambah beban APBN, dimana beban belanja pegawainya cukup besar,” kata Rizal. 
 
Kondisi ini menambah tantangan dalam mengelola APBN yang sudah terbebani oleh berbagai faktor, termasuk pembiayaan proyek infrastruktur dan belanja sosial yang tinggi. Kabinet gemuk yang disusun oleh Prabowo, menurut Rizal, akan menghadapi ujian besar, terutama di hari ke-100 pertama pemerintahannya.
 
Pada masa tersebut, publik dan pengamat akan menyoroti bagaimana Prabowo mengelola kabinet yang besar ini, apakah dapat bekerja efektif atau justru terbebani oleh ukuran dan kompleksitasnya. Meski tantangan kabinet besar ini nyata, Rizal memberikan solusi kunci untuk mengatasinya, yaitu melalui kontrol penuh presiden terhadap pemerintahan.
 
"Asalkan dari presidennya punya kontrol penuh dengan transparansi dan akuntabilitas," tegasnya. 
 
Menurut Rizal, kontrol yang ketat terhadap kinerja menteri dan penggunaan anggaran akan menjadi faktor penentu apakah kabinet gemuk ini bisa berjalan dengan efisien atau justru menjadi beban bagi negara.

Visi transparansi dan akuntabilitas ini juga harus diwujudkan dalam setiap kebijakan publik yang dikeluarkan oleh kabinet Prabowo. Dengan adanya komitmen kuat dari pucuk pimpinan, diharapkan seluruh ekosistem pemerintahan dapat bekerja dengan lebih terarah dan sesuai dengan mandat konstitusi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa