Akurat Logo

Menkeu Sebut Deflasi Pangan Tingkatkan Daya Beli Masyarakat Menengah Bawah

Demi Ermansyah | 4 Oktober 2024, 22:57 WIB
Menkeu Sebut Deflasi Pangan Tingkatkan Daya Beli Masyarakat Menengah Bawah

AKURAT.CO Stabilitas harga pangan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan tren deflasi selama lima bulan berturut-turut di Indonesia. Merespon hal tersebut, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa penurunan harga pangan memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.

Di mana dengan harga pangan yang stabil atau menurun, menurut Sri Mulyani, dapat membantu masyarakat menengah bawah mendapatkan bahan makanan dengan harga lebih terjangkau. 

"Belanja masyarakat, khususnya kelompok menengah bawah, didominasi oleh 
belanja makanan. Artinya, harga pangan yang menurun justru bisa membantu masyarakat untuk menjangkau bahan-bahan makanan dengan lebih murah," ucapnya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (4/10/2024).
 
Baca Juga: Sri Mulyani Tegaskan Tren Deflasi Bukan Sinyal Negatif

Deflasi yang terjadi sejak Mei hingga September ini memberikan efek positif bagi masyarakat yang pengeluarannya banyak ditujukan untuk kebutuhan pangan. Ketika harga makanan turun, daya beli masyarakat tidak hanya terjaga, tetapi bahkan meningkat.

"Sehingga kondisi ini juga menciptakan lingkungan yang lebih stabil untuk konsumen. Harga bahan makanan yang rendah tidak hanya mendorong konsumsi, tetapi juga memberikan keuntungan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, yang mayoritas pendapatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok," ungkapnya.
 
Oleh karena itu, tambahnya, ditengah tren deflasi yang berlangsung selama lima bulan berturut-turut, pemerintah Indonesia melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas harga. 
 
"Kebijakan fiskal diarahkan dengan tepat untuk mendukung stabilitas perekonomian. Salah satu peran utama APBN dalam situasi ini adalah menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk menopang daya beli masyarakat. Bansos ini diberikan dalam bentuk kebutuhan pokok seperti beras, telur, dan daging ayam, yang utamanya disalurkan kepada kelompok masyarakat miskin dan rentan," paparnya.

Menurut Sri Mulyani, penurunan harga pangan merupakan hal yang diharapkan pemerintah, terutama untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah. "Jadi, dalam hal ini, kami menyikapinya sebagai hal positif. Terutama kalau dari sisi fiskal, kita menggunakan APBN itu untuk menstabilkan harga," tambahnya.

Dengan adanya bantuan sosial dan kebijakan fiskal yang tepat, daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga. "APBN berperan penting dalam menjaga stabilitas harga, terutama di tengah kondisi deflasi yang sebagian besar disebabkan oleh komponen harga bergejolak, yaitu harga pangan," paparnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.