Urgensi Pembentukan BPN
Demi Ermansyah | 19 September 2024, 20:25 WIB

AKURAT.CO Pembentukan Badan Penerimaan Negara atau BPN menjadi isu penting dalam tata kelola keuangan publik di Indonesia. Sebagai lembaga yang mengawasi dan mengelola penerimaan negara, urgensi pembentukannya terkait langsung dengan stabilitas ekonomi, efektivitas anggaran, serta kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Dalam konteks ini, pembentukan Badan Penerimaan Negara atau BPN dapat membawa dampak signifikan pada sistem keuangan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan fiskal dan ekonomi global yang semakin kompleks.
Salah satu alasan utama pembentukan BPN adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan penerimaan negara. Saat ini, penerimaan negara bersumber dari berbagai sektor, seperti pajak, bea cukai, dan penerimaan bukan pajak.
Sebelumnya mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla atau JK turut mendukung pembentukan BPN. Ia mengingatkan jika saat ini pengeluaran lebih besar daripada penerimaan negara. Kata dia, saat ini pajak turun, tetapi pengeluaran naik, maka perlu diefisienkan. "Diefisienkan pengeluaran dan mencoba menaikkan penerimaan. Efisien memang tidak mudah, tapi saya yakin pak Prabowo berani melakukan itu," katanya.
Baca Juga: BPN Madu atau Racun?
Pengelolaan yang tersebar di beberapa instansi seringkali menyebabkan kurangnya koordinasi, keterbukaan, dan akuntabilitas yang optimal. Dengan adanya badan yang terpusat, semua data dan transaksi penerimaan dapat dikelola secara transparan, dan laporan keuangan negara menjadi lebih mudah dipantau oleh publik dan lembaga pengawas.
Selain itu, efisiensi dalam pengumpulan penerimaan negara juga menjadi faktor krusial. Sistem yang terintegrasi di bawah satu lembaga akan memungkinkan pengawasan dan pemantauan yang lebih efektif terhadap sumber-sumber penerimaan negara.
Dengan pembentukan badan ini, pengumpulan pajak dan bea cukai, serta penerimaan negara lainnya, dapat dilakukan dengan lebih terkoordinasi. Hal ini akan mempercepat proses administrasi dan meningkatkan pendapatan negara tanpa harus meningkatkan beban pajak masyarakat.
Proses pengumpulan yang lebih efisien akan mengurangi potensi kebocoran penerimaan yang sering kali terjadi akibat birokrasi yang tidak efisien. Urgensi lain dari pembentukan Badan Penerimaan Negara adalah untuk mencegah kebocoran dan korupsi. Kebocoran pendapatan negara dan praktik korupsi menjadi masalah yang sering kali menggerogoti anggaran negara.
Melalui pembentukan Badan Penerimaan Negara yang independen dan berfokus pada penerimaan, potensi korupsi dan penyalahgunaan dana dapat ditekan dengan lebih efektif. Badan ini dapat dirancang untuk memiliki mekanisme kontrol yang kuat serta sistem audit yang ketat, sehingga meminimalisir kemungkinan pelanggaran.
Dengan demikian, penerimaan negara akan lebih aman dan tepat guna, serta dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam sistem yang ada saat ini, perencanaan fiskal sering kali terganggu oleh ketidakpastian dalam pengumpulan penerimaan negara.
Pembentukan BPN akan membantu pemerintah dalam merumuskan perencanaan fiskal yang lebih realistis dan terukur. Dengan pengelolaan yang lebih baik, pemerintah dapat memiliki gambaran yang jelas mengenai arus penerimaan, sehingga lebih mudah menyesuaikan anggaran belanja dengan kondisi keuangan negara.
Selain itu, badan ini juga dapat menjadi sumber data yang akurat untuk membuat proyeksi penerimaan di masa depan, yang sangat penting dalam menghadapi fluktuasi ekonomi global. Dengan pengelolaan penerimaan yang lebih efisien dan transparan, Indonesia dapat memperkuat daya saing ekonominya.
Badan Penerimaan Negara dapat memainkan peran penting dalam memastikan bahwa dana yang masuk ke kas negara digunakan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung pembangunan infrastruktur, program kesejahteraan sosial, dan investasi dalam sektor-sektor produktif.
Pembentukan Badan Penerimaan Negara juga dapat mendukung program reformasi pajak yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Dengan badan yang khusus menangani penerimaan negara, reformasi pajak dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan fokus.
Hal ini termasuk modernisasi sistem perpajakan, peningkatan basis pajak, serta pemberantasan praktik penghindaran pajak. Selain itu, badan ini dapat berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kepatuhan pajak, sehingga mendorong peningkatan penerimaan pajak dari sektor-sektor yang selama ini kurang tersentuh.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, Indonesia memerlukan mekanisme pengelolaan penerimaan negara yang lebih kuat dan fleksibel. Fluktuasi harga komoditas, perubahan kebijakan perdagangan internasional, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dapat berdampak signifikan pada penerimaan negara.
Pembentukan Badan Penerimaan Negara memungkinkan pemerintah untuk merespons tantangan ini dengan lebih cepat dan tepat. Secara keseluruhan, urgensi pembentukan Badan Penerimaan Negara terletak pada kebutuhan akan pengelolaan keuangan yang lebih transparan, efisien, dan terkoordinasi.
Dengan badan yang berfokus pada pengelolaan penerimaan negara, pemerintah dapat meningkatkan akuntabilitas, mencegah kebocoran, dan memperkuat basis fiskal yang mendukung pembangunan nasional.
Dalam jangka panjang, pembentukan badan ini diharapkan dapat membantu Indonesia mencapai stabilitas ekonomi yang lebih kuat dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










