Italia Dukung Rencana Uni Eropa Tambah Tarif EV China, Tembus 35 Persen

AKURAT.CO Italia mendukung rencana Komisi Eropa untuk mengenakan tarif tambahan pada ekspor kendaraan listrik (EV) dari China. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyatakan hal ini pada Senin (16/9/2024) sebelum bertemu dengan Menteri Perdagangan China, Wang Wentao, di Roma.
"Kami setuju dengan tarif yang diusulkan Uni Eropa untuk melindungi daya saing perusahaan kami," kata Tajani dalam wawancaranya dengan harian Corriere della Sera.
Wang saat ini sedang berada di Eropa untuk membahas penyelidikan anti-subsidi Uni Eropa terhadap EV buatan China, menjelang pemungutan suara terkait tarif tambahan tersebut.
Setelah bertemu Tajani, Wang dijadwalkan bertemu Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa, Valdis Dombrovskis, pada 19 September. Tajani juga menekankan pentingnya kesetaraan dalam perdagangan, agar produk Italia punya akses yang sama di pasar China, sehingga perusahaan bisa bersaing secara adil.
Baca Juga: Goldman Sachs dan Citigroup Kompak Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China
Italia ingin menjaga hubungan baik dengan China, namun tetap menghindari praktik dumping dan hambatan perdagangan yang tidak jelas dari Beijing. Walau Italia mendukung tarif dalam pemungutan suara sebelumnya, mereka berharap bisa menemukan solusi lewat negosiasi, kata Menteri Perindustrian Adolfo Urso.
Sebagai negara yang memiliki industri otomotif besar seperti Fiat (bagian dari Stellantis), Italia juga berupaya menarik produsen mobil China seperti Dongfeng dan Chery Auto untuk berinvestasi di pabrik di sana.
Meskipun begitu, Tajani memastikan bahwa sikap Italia ini tidak akan merusak hubungan baiknya dengan China. Bahkan, kunjungan Perdana Menteri Giorgia Meloni ke China pada akhir Juli lalu bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi setelah Italia keluar dari inisiatif Belt and Road.
Uni Eropa sendiri tengah mempertimbangkan tarif hingga 35,3% untuk EV buatan China, yang akan diputuskan melalui pemungutan suara oleh 27 negara anggota. Jika disetujui, tarif ini akan mulai berlaku akhir Oktober, kecuali mayoritas negara UE menolaknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian









