Ini Sebab ECB Pangkas Suku Bunga Secara Agresif

AKURAT.CO Bank Sentral Eropa (ECB) baru saja menurunkan suku bunga lagi tahun ini karena inflasi mulai mendekati target 2% dan kekhawatiran tentang kondisi ekonomi semakin besar.
Suku bunga deposito utama dipangkas 25 basis poin jadi 3,5% pada Kamis, 12 September 2024, sesuai prediksi banyak analis. ECB mengatakan mereka belum bisa memastikan akan ada pemangkasan bunga lebih lanjut atau tidak.
Menurut ECB melalui lansiran Bloomberg, langkah ini diambil karena mereka melihat tren inflasi, kebijakan moneter, dan kondisi ekonomi membutuhkan sedikit pelonggaran agar ekonomi bisa tetap bergerak. Trader kini memprediksi akan ada tambahan pemotongan bunga 36 basis poin lagi hingga akhir tahun.
Baca Juga: ECB Tahan Suku Bunga, Investor Wait and See
Seperti bank sentral lainnya, ECB mulai lebih optimis bahwa inflasi mulai terkendali. Namun, di sisi lain, ekonomi di zona euro yang terdiri dari 20 negara ini kehilangan momentum. Rumah tangga belum mampu mendorong pemulihan ekonomi, sementara sektor manufaktur lesu karena permintaan luar negeri yang rendah.
ECB pun menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2024, 2025, dan 2026. Sekarang, mereka memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya sebesar 0,8%, turun sedikit dari proyeksi sebelumnya di 0,9%. Sementara itu, proyeksi inflasi tetap stabil.
Pemotongan suku bunga ini terjadi tak lama sebelum bank sentral AS, The Fed, diprediksi akan mulai melonggarkan kebijakan moneter. Bank of England juga sudah menurunkan suku bunga sekali tahun ini.
Gubernur ECB, Christine Lagarde, kemungkinan akan ditanya tentang berapa banyak lagi pemotongan suku bunga yang akan mereka lakukan pada konferensi pers setelah pengumuman tersebut.
Inflasi yang turun ke 2,2% pada Agustus dan lambatnya kenaikan upah membuat ECB lebih percaya diri, meski ada kekhawatiran pertumbuhan harga di sektor jasa yang justru naik 4,2%.
Beberapa pejabat, seperti Isabel Schnabel, mengatakan bahwa pemotongan suku bunga tidak bisa dilakukan secara otomatis, harus berdasarkan data. Sementara, Philip Lane, kepala ekonom ECB, memperingatkan bahwa suku bunga yang terlalu tinggi bisa memperlambat ekonomi.
Analis memprediksi akan ada pemotongan suku bunga setiap kuartal hingga September 2025, namun dengan ekonomi yang masih lemah, beberapa bank seperti Goldman Sachs memprediksi pemotongan bisa terus berlanjut hingga suku bunga deposito mencapai 2% pada Juli tahun depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









