Akurat Logo

5 Gagasan Utama Thomas Djiwandono Untuk Dongkrak Penerimaan Negara

Demi Ermansyah | 13 September 2024, 17:15 WIB
5 Gagasan Utama Thomas Djiwandono Untuk Dongkrak Penerimaan Negara

AKURAT.CO Wakil Menteri Keuangan II, Thomas A. M. Djiwandono merupakan salah satu sosok yang terus mendorong agar penerimaan negara bisa lebih optimal. 

Melalui serangkaian program yang cermat dan inovatif, Thomas berupaya untuk mewujudkan pertumbuhan penerimaan negara yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Berikut beberapa program dan gagasan utama yang sedang dijalankannya.
 
1. Fokus pada Optimalisasi Penerimaan Negara
Salah satu program utama Thomas adalah memastikan penerimaan negara berjalan optimal. Untuk mencapainya, ada lima langkah penting yang dia terapkan.
 
  • Pelayanan, komunikasi, dan edukasi. Bertujuan agar masyarakat paham soal perpajakan dan penerimaan negara secara keseluruhan.
  • Pengawasan dan penegakan hukum. Berfokus pada memastikan bahwa aturan-aturan terkait penerimaan negara dipatuhi, dengan langkah tegas bagi pelanggar.
  • Ekstensifikasi penerimaan negara. Thomas berusaha memperluas sumber penerimaan negara, jadi nggak cuma mengandalkan satu atau dua sektor aja.
  • Penanganan keberatan, banding, dan gugatan. Dengan sistem yang baik, keluhan dan keberatan bisa ditangani lebih cepat dan adil.
  • Perumusan kebijakan administratif . Poin ini penting agar sistem pengelolaan penerimaan negara lebih tertata rapi dan efisien.
Melalui langkah-langkah ini, Thomas optimis bahwa penerimaan negara bakal terus tumbuh.

2. Meningkatkan Target Pendapatan Negara
Gagasan utama Thomas adalah mendorong pertumbuhan pendapatan negara. Thomas memiliki target ambisius untuk RAPBN 2025 dengan proyeksi pendapatan negara sebesar Rp3.005,1 triliun atau 12,32% dari PDB. 
 
Ini bukan hal yang mudah, Oleh karena itu Thomas menekankan pentingnya “extra effort” dari seluruh elemen Kementerian Keuangan. Thomas juga berkomitmen untuk tetap menjaga rasio biaya pemungutan penerimaan negara tetap rendah, bahkan di bawah 1%, seperti yang sudah terjadi selama tiga tahun terakhir. Jadi, meskipun targetnya tinggi, efisiensi tetap dijaga.

3. Optimalisasi Pajak dengan Teknologi
Di bidang pajak, Thomas punya visi yang futuristik. Dia mendorong penggunaan teknologi canggih seperti sistem coretax, yang merupakan salah satu solusi untuk mempermudah dan mempercepat proses perpajakan. Selain itu, implementasi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan juga terus diperkuat untuk menyelaraskan aturan perpajakan di Indonesia dengan perkembangan digital dan perpajakan global.

Thomas juga memperkenalkan berbagai insentif fiskal untuk mempercepat investasi. Salah satu caranya adalah dengan kerjasama lintas lembaga dalam audit, analisis, hingga pengumpulan pajak. Jadi, bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal sinergi antar instansi yang lebih kuat.

4. Penguatan di Bidang Kepabeanan dan Cukai
Di sisi kepabeanan dan cukai, Thomas juga nggak kalah inovatif. Dia memperkuat CEIS (Customs and Excise Information System) untuk mempermudah pelayanan kepabeanan, terutama dalam urusan ekspor. 
 
Selain itu, klasifikasi barang juga terus dikembangkan agar lebih adaptif, sehingga bisa mendukung perkembangan industri dan perdagangan di Indonesia. Thomas juga menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dan pengembangan layanan ekspor. Dengan begitu, industri dalam negeri bisa terus berkembang dan produk-produk lokal bisa lebih kompetitif di pasar global.

5. Reformasi di Bidang PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)
Sementara untuk PNBP, Thomas punya rencana reformasi yang cukup besar. Dia ingin pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan barang milik negara (BMN) jadi lebih efisien dan menghasilkan penerimaan yang lebih besar.  Pengembangan automatic blocking system dan simbara (sistem informasi barang rampasan) juga jadi salah satu langkah untuk memastikan bahwa proses pengelolaan aset negara berjalan dengan baik dan transparan.

Selain itu, penyempurnaan regulasi juga menjadi fokus utama, terutama terkait dengan pelaksanaan UU No. 8 Tahun 2023 tentang PNBP. Dengan reformasi ini, Thomas berharap penerimaan negara dari sektor non-pajak bisa makin optimal.
 
Gagasan dan program-program Thomas Djiwandono dalam mengelola penerimaan negara jelas menunjukkan komitmen tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.  Dari optimalisasi pajak, penguatan sistem kepabeanan dan cukai, hingga reformasi di bidang PNBP, semuanya diarahkan untuk memastikan bahwa penerimaan negara bisa terus meningkat, tanpa mengabaikan efisiensi dan menjaga iklim investasi tetap sehat.

Dengan inovasi teknologi dan pendekatan yang kolaboratif, Thomas berharap target-target besar yang sudah dicanangkan bisa tercapai. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.