Pemerintah Didorong Perkuat Daya Beli Masyarakat Lewat APBN 2025
Hefriday | 30 Agustus 2024, 14:47 WIB

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengusulkan sejumlah target dalam penyusunan RAPBN Tahun Anggaran 2025, diantaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Puteri Komarudin mendorong pemerintah untuk senantiasa memperkuat daya beli masyarakat.
“Konsumsi menyumbang hingga 54 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) kita. Sehingga, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 2025, pemerintah perlu terus mendorong kebijakan yang dapat mengintervensi daya beli masyarakat. Tidak hanya menyasar pada kelompok miskin, tetapi juga kebijakan yang menyasar kelompok menengah,” ungkap Puteri melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, dikutip Jumat (30/8/2024).
Berdasarkan data BPS mencatat jumlah penduduk kelas menengah dan menuju kelas menengah mencapai 185,35 juta orang atau setara 66,4% dari total penduduk Indonesia tahun 2024. Selain itu, kelompok ini memiliki pengeluaran mencakup 81,49% dari total konsumsi masyarakat.
Oleh sebab itu, Puteri menilai potensi kelas menengah harus dioptimalkan untuk menggerakkan perekonomian.
“Memang pada RAPBN 2025, pemerintah mengusulkan anggaran perlindungan sosial hingga Rp504,7 triliun. Namun, harus dipastikan penyalurannya tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, sejumlah insentif pajak untuk kelas menengah memang telah diterapkan, seperti insentif pembelian properti dan kendaraan listrik. Sehingga, kami harap ada perbaikan dan pengembangan lebih lanjut dari insentif ini,” urai Puteri.
Lebih lanjut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan perlunya perbaikan dari segi desain pajak maupun instrumen fiskal secara keseluruhan untuk menargetkan setiap kelompok masyarakat, terutama pada kelompok menengah ke bawah yang seharusnya bisa menikmati insentif yang lebih banyak.
“Bansos mayoritas mungkin dinikmati oleh 40% terbawah. Tapi, subsidi dan kompensasi itu dinikmati merata oleh seluruh kelas masyarakat, dari kelas yang paling bawah hingga kelas yang paling atas. Dan untuk PPN yang dibebaskan tadi yang jumlahnya lebih dari Rp100 triliun itu mayoritas dinikmati oleh kelompok atas,” papar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja di Komisi XI DPR RI, Rabu (28/8/2024).
Menutup keterangannya, Puteri mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai perlambatan permintaan masyarakat yang berpotensi berdampak pada kinerja industri manufaktur di Indonesia.
Apalagi, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia tercatat sedikit mengalami pelemahan menjadi 50,7 pada Juni 2024, dari Mei 2024 yang mencapai 52,1.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 5Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR








