AKURAT.CO Sistem keuangan global kini menghadapi perubahan signifikan dengan rencana Blok BRICS untuk meluncurkan sistem pembayaran independen. Inisiatif yang dikenal sebagai BRICS Pay ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dengan memungkinkan transaksi lintas batas menggunakan mata uang lokal.
Ketua Dewan Federasi Rusia, Valentina Matviyenko, menegaskan bahwa proyek ini sudah memasuki fase implementasi nyata. "Ini bukan lagi sekedar ide tapi bergerak maju secara konkrit," ujarnya dalam sebuah pernyataan yang dilansir Contribune pada Sabtu (24/8/2024)
BRICS Pay memanfaatkan teknologi canggih seperti blockchain, menawarkan alternatif potensial untuk jaringan SWIFT yang selama ini mendominasi. Sistem ini diharapkan mampu memfasilitasi transaksi antar anggota BRICS tanpa melibatkan dolar AS.
Selain itu, Matviyenko menambahkan bahwa proyek ini merupakan tanggapan terhadap kebutuhan negara-negara berkembang untuk menghindari dominasi dolar AS dan melindungi mereka dari fluktuasi mata uang Amerika.
Baca Juga: Tren Dedolarisasi, India Dukung BRICS Kembangkan Sistem Pembayaran Terpadu
Lebih dari 50 negara, terutama dari Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan Eropa Timur, menunjukkan minat untuk bergabung dalam inisiatif ini menjelang KTT BRICS 2024 yang akan berlangsung di Rusia. Meski demikian, BRICS Pay menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal integrasi teknologi.
Sistem ini harus mampu beroperasi secara harmonis dengan platform seperti Unified Payments Interface (UPI) India dan sistem Mir Rusia, yang memerlukan proses standardisasi yang kompleks.
Selain tantangan teknis, proyek ini juga berpotensi mengubah dinamika kekuatan ekonomi global dengan mengurangi pengaruh dolar AS dalam perdagangan internasional. Hal ini dapat memicu ketegangan dengan negara-negara Barat, yang mungkin melihat BRICS Pay sebagai ancaman terhadap dominasi dolar mereka.
BRICS Pay mencerminkan ambisi negara-negara berkembang untuk membangun infrastruktur keuangan yang lebih mandiri dan tangguh. Untuk merealisasikan visi ini, proyek tersebut harus berhasil mengatasi berbagai tantangan teknologi, geopolitik, dan peraturan. Jika berhasil, BRICS Pay dapat merevolusi hubungan ekonomi antar negara-negara BRICS dan mengubah lanskap keuangan global secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik









