Akurat

BRICS Pay dan Dedolarisasi

Silvia Nur Fajri | 24 Agustus 2024, 18:29 WIB
BRICS Pay dan Dedolarisasi

AKURAT.CO Sistem keuangan global kini menghadapi perubahan signifikan dengan rencana Blok BRICS untuk meluncurkan sistem pembayaran independen. Inisiatif yang dikenal sebagai BRICS Pay ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dengan memungkinkan transaksi lintas batas menggunakan mata uang lokal. 

Ketua Dewan Federasi Rusia, Valentina Matviyenko, menegaskan bahwa proyek ini sudah memasuki fase implementasi nyata. "Ini bukan lagi sekedar ide tapi bergerak maju secara konkrit," ujarnya dalam sebuah pernyataan yang dilansir Contribune pada Sabtu (24/8/2024)

BRICS Pay memanfaatkan teknologi canggih seperti blockchain, menawarkan alternatif potensial untuk jaringan SWIFT yang selama ini mendominasi. Sistem ini diharapkan mampu memfasilitasi transaksi antar anggota BRICS tanpa melibatkan dolar AS. 

Selain itu, Matviyenko menambahkan bahwa proyek ini merupakan tanggapan terhadap kebutuhan negara-negara berkembang untuk menghindari dominasi dolar AS dan melindungi mereka dari fluktuasi mata uang Amerika.

Baca Juga: Tren Dedolarisasi, India Dukung BRICS Kembangkan Sistem Pembayaran Terpadu

Lebih dari 50 negara, terutama dari Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan Eropa Timur, menunjukkan minat untuk bergabung dalam inisiatif ini menjelang KTT BRICS 2024 yang akan berlangsung di Rusia. Meski demikian, BRICS Pay menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal integrasi teknologi.

Sistem ini harus mampu beroperasi secara harmonis dengan platform seperti Unified Payments Interface (UPI) India dan sistem Mir Rusia, yang memerlukan proses standardisasi yang kompleks.

Selain tantangan teknis, proyek ini juga berpotensi mengubah dinamika kekuatan ekonomi global dengan mengurangi pengaruh dolar AS dalam perdagangan internasional. Hal ini dapat memicu ketegangan dengan negara-negara Barat, yang mungkin melihat BRICS Pay sebagai ancaman terhadap dominasi dolar mereka.

BRICS Pay mencerminkan ambisi negara-negara berkembang untuk membangun infrastruktur keuangan yang lebih mandiri dan tangguh. Untuk merealisasikan visi ini, proyek tersebut harus berhasil mengatasi berbagai tantangan teknologi, geopolitik, dan peraturan. Jika berhasil, BRICS Pay dapat merevolusi hubungan ekonomi antar negara-negara BRICS dan mengubah lanskap keuangan global secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.