Pertumbuhan Ekonomi Melambat ke 5,05 Persen Imbas Penurunan Konsumsi RT

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2024 ke 5,05% disebabkan oleh turunnya konsumsi Rumah Tangga.
Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 melambat dibanding kuartal maupun tahun sebelumnya, di mana pada kuartal I-2024 pertumbuhan ekonomi tembus 5,11% sementara pada kuartal II-2023 pertumbuhan ekonomi mencapai mencapai 5,17% .
Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, meskipun pertumbuhan ekonomi melambat, konsumsi selama periode perayaan berperan sebagai faktor penyelamat.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat ke 5,05 Persen di Kuartal II-2024
"Pada kuartal II-2024, kegiatan ekonomi domestik memberikan kontribusi signifikan. Namun, mobilitas penduduk dan perayaan-perayaan tersebut meningkatkan permintaan domestik, meskipun pasar global tidak menunjukkan pertumbuhan yang berarti," ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (5/8/2024).
Meskipun konsumsi rumah tangga tetap menjadi pilar utama ekonomi nasional, pertumbuhannya juga menunjukkan penurunan, yaitu menjadi 2,62% dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 2,77%. Di sisi lain, konsumsi pemerintah mengalami penurunan tajam dari 0,72% tahun lalu menjadi hanya 0,10% tahun ini.
"Jika dibandingkan dengan kuartal II-2023, di mana pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17 persen, kontribusi industri saat itu mencapai 0,98 persen. Sekarang, kontribusi industri hanya sebesar 0,79 persen, menunjukkan adanya pergeseran," jelas Edy.
Dari sisi penawaran, kontribusi sektor industri juga menurun dari 0,86% pada kuartal I-2024 menjadi 0,79% pada kuartal II-2024. Sektor konstruksi mengalami penurunan dari 0,73% menjadi 0,67%, sedangkan sektor informasi dan komunikasi turun dari 0,56% menjadi 0,50%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








