Akurat

5 Hal Penting Yang Perlu Kamu Ketahui dari Trumpnomics

Demi Ermansyah | 19 Juli 2024, 13:22 WIB
5 Hal Penting Yang Perlu Kamu Ketahui dari Trumpnomics

AKURAT.CO Kandidat kuat Presiden Amerikat Serikat, Donald Trump menjelaskan bahwa ada berbagai topik mengenai kondisi ekonomi dan bisnis AS serta agendanya jika kembali menjabat sebagai presiden.

Meskipun Trump secara tegas mengungkapkan rencananya jika kembali berkuasa, beberapa minggu sebelum menerima pencalonan resmi dari Partai Republik. Ia merangkum agenda ekonominya atau Trumpnomics menjadi "suku bunga dan pajak rendah", dengan menekankan insentif besar untuk membawa bisnis kembali ke AS.
 
Di tengah kekacauan Partai Demokrat yang belum memutuskan apakah akan menggantikan Presiden Joe Biden dalam pemilu, dan jajak pendapat menunjukkan dukungan signifikan untuk Trump di negara-negara bagian kunci, Partai Republik siap untuk menguasai Gedung Putih dan kedua majelis Kongres, memungkinkan perubahan kebijakan besar-besaran.
 
Jika terpilih kembali, Trump berjanji untuk memberlakukan tarif baru, menekan sekutu dan lawan AS untuk memberikan konsesi perdagangan, memperpanjang pemotongan pajak yang akan berakhir, meningkatkan produksi energi domestik, mengurangi regulasi, dan membebaskan industri kripto sambil mengendalikan perusahaan teknologi besar. Dia juga menyatakan kesiapan untuk mengguncang kebijakan luar negeri AS yang sudah lama, seperti melindungi Taiwan dari ancaman China.
 
 
Wawancara ini dilakukan lebih dari dua minggu sebelum Trump menjadi target serangan dalam acara kampanye di Pennsylvania, yang menyoroti peningkatan kekerasan politik di AS. Berikut lima poin utama dari wawancara Trump pada 25 Juni 2024 lalu.
 
1. Federal Reserve
 
Trump mengatakan dia akan membiarkan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menyelesaikan masa jabatannya hingga Mei 2026, memastikan Powell tetap bertugas hingga akhir masa pemerintahan kedua Trump jika terpilih kembali. "Saya akan membiarkannya menjalankan masa jabatannya,terutama jika menurut saya dia melakukan hal yang benar," ujar Powell.
 
2. Pemotongan Pajak
 
Trump ingin menurunkan tarif pajak korporasi dari 21% menjadi 15%. Jika target tersebut sulit dicapai, dia akan puas dengan penurunan menjadi 20%, yang dianggapnya "sederhana".
 
3. Peran Menteri Keuangan Trump
 
Trump menyebut CEO JPMorgan Chase & Co, Jamie Dimon, sebagai calon potensial untuk menjadi Menteri Keuangan, meskipun sebelumnya mengkritiknya. Trump juga mempertimbangkan mantan eksekutif seperti Gubernur North Dakota Doug Burgum dan Gubernur Virginia Glenn Youngkin untuk bergabung dalam pemerintahannya.
 
4. Nasib Taiwan
 
Trump skeptis terhadap kebijakan lama AS dalam membela Taiwan dari agresi China. Dia mempertanyakan manfaat praktis dari membela pulau di seberang dunia dan menyarankan agar Taiwan membayar AS atas perlindungannya. "Maksud saya, betapa bodohnya kita? Mereka mengambil bisnis chip kita. Mereka sangat kaya. Menurut saya, kita tidak ada bedanya dengan polis asuransi. Mengapa kita melakukan ini?" ujar Trump.
 
5. Pengampunan Presiden Trump
 
Trump menegaskan bahwa dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika dinyatakan bersalah atas kejahatan federal dalam kasus-Mantan Presiden Donald Trump melakukan wawancara selama 90 menit dengan Bloomberg Businessweek di resor golf miliknya di Mar-a-Lago, Palm Beach. Dalam wawancara tersebut, Trump membahas berbagai topik mengenai kondisi ekonomi dan bisnis AS serta agendanya jika kembali menjabat sebagai presiden.
 
"Saya tidak akan mempertimbangkannya. Yang sedang berlangsung, saya tidak akan mempertimbangkannya," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.