Anggaran Subsidi Energi 2025 Disepakati, Masih Ada Gas Melon?

AKURAT.CO Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah telah menyepakati bahwa subsidi energi akan diarahkan agar lebih tepat sasaran dan adil. Secara khusus, pemerintah akan mengupayakan tranformasi subsidi LPG 3kg pada tahun mendatang.
Hal itu, disampaikan atas hasil laporan panitia kerja (Panja) Banggar DPR RI yang telah membahas Asumsi Dasar Ekonomi Makro yang diajukan pemerintah, termasuk arah kebijakan subsidi energi 2025.
Anggota Banggar DPR RI Fraksi Gerindra, Sri Meliyana menjelaskan bahwa, subsidi BBM dan LPG diarahkan agar tetap melanjutkan pemberian subsidi untuk minyak solar dan subsidi atas selisih harga minyak tanah dan gas melon atau LPG tabung 3kg.
“Melanjutkan kebijakan subsidi BBM tepat sasaran, dan ,melanjutkan upaya transformasi subsidi LPG Tabung 3 Kg menjadi berbasis penerima manfaat dan terintegrasi dengan data penerima manfaat yang akurat, diantaranya dengan pendataan pengguna LPG 3 Kg berbasis teknologi,” kata Sri dalam Rapat Kerja Banggar dan Pemerintah di DPR RI.
Baca Juga: Efek Rembesan Rupiah Melemah, Sri Mulyani: Belanja Subsidi Energi Terkerek
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen melakukan transformasi LPG 3kg dengan mempertimbangkan kesiapan data, infrastruktur, serta kondisi ekonomi dan sosial masyarakat.
Hal itu, disertai dengan penyesuaian tarif untuk pelanggan non subsidi yang diselaraskan dengan kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat. “Mendorong transisi energi yang lebih efisien dan adil dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, fiskal, dan lingkungan,” ucap Sri.
Dengan demikian, ia menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan berbagai kebijakan dan program untuk mendorong subsidi energi agar lebih tepat sasaran dan andil.
Berikut Asumsi Dasar Makro-Fiskal yang ditetapkan Pemerintah dan DPR.
- Pertumbuhan Ekonomi: 5,1%-5,5%
- Inflasi: 1,5%-3,5%
- Nilai Tukar Rupiah: Rp15.300/USD-Rp15.900/USD
- Suku Bunga SBN 10 tahun: 6,9%-7,2%
- Harga Minyak Mentah Indonesia: USD75-USD85 per barel
- Lifting Minyak Bumi: 580 ribu hingga 605 ribu barel per hari
- Lifting Gas Bumi: 1.003 ribu hingga 1.047 ribu barel setara minyak per hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










