Akurat

Mau Beli Kapal, Pelni Minta PMN Rp500 M

Silvia Nur Fajri | 2 Juli 2024, 14:04 WIB
Mau Beli Kapal, Pelni Minta PMN Rp500 M

AKURAT.CO PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengajukan usulan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp500 miliar untuk tahun anggaran 2024. Usulan ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Pelni, Sri Handayani, dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Selasa (2/6/2024).

"Kami mengusulkan nilai PMN sebesar Rp500 miliar untuk pembelian satu unit kapal penumpang baru, guna menggantikan salah satu dari 12 kapal penumpang kami yang telah melewati umur teknisnya 30 tahun," jelas Sri Handayani.

Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil karena kondisi armada kapal yang semakin tua dapat meningkatkan risiko keselamatan dan efisiensi operasional. Dalam paparannya, Sri Handayani mengungkapkan bahwa 46% dari 26 kapal penumpang yang dimiliki PT Pelni sudah berusia di atas 30 tahun.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2024, Pelni Sediakan Angkutan Gratis Bagi Pemudik Sepeda Motor Rute Semarang-Jakarta

"Semakin bertambahnya umur teknis kapal tentu akan memberikan dampak risiko yang semakin meningkat pada aspek keselamatan, efisiensi, serta aspek operasional dan teknis," ujarnya.

Lebih lanjut, Sri Handayani menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam mendukung pengadaan kapal baru. "Sebagai negara kepulauan, pengangkutan penumpang melalui moda transportasi laut menjadi hal yang sangat penting dan harus terus dilaksanakan," katanya.

Ia menegaskan bahwa PT Pelni tidak mampu membiayai investasi penggantian alat produksi secara mandiri, sehingga diperlukan bantuan pemerintah. "Harga kapal penumpang yang kami usulkan mencapai Rp1,5 triliun per unit," tambahnya.

Kapal tersebut akan dilengkapi dengan teknologi mutakhir khususnya pada aspek keselamatan dan direncanakan untuk melayani rute-rute yang penuh oleh pemerintah. Serta, ia juga mengungkapkan beberapa manfaat dari penggantian kapal ini, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menjamin aksesibilitas dan konektivitas masyarakat antarpulau dan mengurangi disparitas harga antarpulau.

"Keberadaan kapal Pelni sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Indonesia Tengah dan Timur," tuturnya.

Sehingga, ia berharap dengan tambahan PMN ini, PT Pelni diharapkan dapat terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. "Dukungan pemerintah melalui skema PMN sangat diperlukan agar layanan transportasi laut dapat tetap berjalan dengan baik," tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.