Ekspor Minyak Arab ke China Turun, Kemahalan?

AKURAT.CO Ekspor minyak mentah Arab Saudi ke China dikabarkan akan alami kelesuan di bulan Juli 2024 mendatang, dari 39 juta barel menjadi 36 juta barel. Di mana impor minyak China dari Arab turun 16,5% dalam empat bulan di tahun ini menjadi 26,13 juta metrik ton.
Sedangkan impor dari Rusia naik 16,6% menjadi 37,79 juta ton. Tahun 2023 silam, Rusia menjadi importir utama minyak bagi China dengan porsi sebesar 19%.
Disebutkan bahwa angka tersebut menjadi catatan penjualan terendah sepanjang tahun ini, dan penurunan secara berturut-turut dalam tiga bulan terakhir. Melansir dari Reuters penurunan aktivitas penjualan tersebut terjadi karena adanya pemeliharaan pabrik, dan perusahaan penyulingan China memilih sumber minyak lain yang lebih murah.
Baca Juga: AS Kebut Pembelian Cadangan Minyak Strategis
Hal tersebutlah yang membuat China mengurangi impor minyak mentah dari Arab Saudi. Tak hanya itu saja, harganya yang masih melambung tinggi juga menjadi alasan utama mengapa China mulai menurunkan aktivitas pembeliannya.
Meskipun ARAMCO sudah memangkas harga jual ekspor minyak mentahnya di Asia sangat banyak, namun bagi China hal tersebut masih tinggi harganya.
Asal tahu, Rusia nyatanya bukan pemasok terbesar minyak mentah ke China. Rusia hanya menduduki posisi kedua, sebab Arab Saudi masih menduduki posisi pertama pemasok minyak mentah utama ke China.
Arab Saudi mengirimkan total 87,49 juta ton minyak mentah ke China pada tahun 2022, setara dengan 1,75 juta barel per hari, menurut data dari Administrasi Umum Bea Cukai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









