Akurat Logo

Isu RI Harus Pro Israel Demi Aksesi OECD, DPR: Jangan Gadaikan Konstitusi

Demi Ermansyah | 14 Mei 2024, 18:02 WIB
Isu RI Harus Pro Israel Demi Aksesi OECD, DPR: Jangan Gadaikan Konstitusi

AKURAT.CO Indonesia dikabarkan akan menjadi anggota aktif Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Di mana, OECD sendiri merupakan salah satu organisasi yang mempromosikan sebuah koordinasi atas kebijakan serta kebebasan ekonomi di antara negara-negara maju.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyambut baik atas rencana bergabungnya Indonesia. Meski demikian, dirinya pun mewanti-wanti pemerintah apabila proses bergabungnya Indonesia pada OECD terdapat prasyarat yang berpotensi menggadaikan konstitusi Indonesia.

"Berita-berita mengatakan bahwa salah satu prasyarat Indonesia diterima di OECD adalah dengan membangun hubungan dengan Israel. Nah sementara perjuangan Indonesia untuk menghilangkan penjajahan di muka bumi itu adalah amanat konstitusi kita. Sementara penjajah Israel, hari ini sudah 6 bulan lebih sedang melakukan genosida secara ganas dan brutal tidak pandang bulu," ujar Sukamta di sela Rapat paripurna DPR RI Ke-16, di Ruang Rapat Paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2024).

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut 7 Bulan Lagi RI Resmi Jadi Anggota OECD

Maka dari itu dirinya berharap Indonesia tidak mengorbankan perjuangan konstitusional bangsa Indonesia, hanya demi untuk mengejar menjadi keanggotaan atau masuk ke dalam OECD.

"Tetapi kalau harganya harus dengan melanggar konstitusi itu menjadi tidak benar. Saya khawatir kalau itu tetap dilakukan dan dipaksakan ini akan menjadi sejarah bagi pemerintahan ini yang akan segera berakhir dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi akan dikenang oleh sejarah bangsa Indonesia. Anak-anak yang belajar sejarah di sekolah akan mengenang bahwa pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel yang sudah dibujuk-bujuk oleh Israel sejak tahun 1948, akhirnya direalisasikan di zaman ini," lanjut politisi yang juga Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI ini.

Oleh karenanya, Sukamta berharap pemerintah merespon hal tersebut dengan bijaksana. “Kita tidak ingin itu terjadi dan mudah-mudahan pemerintah betul-betul bijaksana. Jangan sampai mengorbankan konstitusi kita untuk mengejar keuntungan yang sebetulnya masih bisa diraih dengan cara-cara yang lain,” tutup Politisi Fraksi PKS ini.

Sebagai informasi, sebelumnya Presiden Jokowi memberikan apresiasi yang besar atas diterimanya Indonesia sebagai anggota OECD. Sebab bagi Jokowi dengan Indonesia masuk sebagai anggota aktif OECD maka akses menuju investasi semakin mudah.

"Kita harapkan dengan kita masuk ke sana, akan mudah mengakses ke investasi, mudah mengakses ke lembaga internasional yang bermanfaat bagi masyarakat kita," ujar Presiden Jokowi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.