Isu RI Harus Pro Israel Demi Aksesi OECD, DPR: Jangan Gadaikan Konstitusi

AKURAT.CO Indonesia dikabarkan akan menjadi anggota aktif Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Di mana, OECD sendiri merupakan salah satu organisasi yang mempromosikan sebuah koordinasi atas kebijakan serta kebebasan ekonomi di antara negara-negara maju.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyambut baik atas rencana bergabungnya Indonesia. Meski demikian, dirinya pun mewanti-wanti pemerintah apabila proses bergabungnya Indonesia pada OECD terdapat prasyarat yang berpotensi menggadaikan konstitusi Indonesia.
"Berita-berita mengatakan bahwa salah satu prasyarat Indonesia diterima di OECD adalah dengan membangun hubungan dengan Israel. Nah sementara perjuangan Indonesia untuk menghilangkan penjajahan di muka bumi itu adalah amanat konstitusi kita. Sementara penjajah Israel, hari ini sudah 6 bulan lebih sedang melakukan genosida secara ganas dan brutal tidak pandang bulu," ujar Sukamta di sela Rapat paripurna DPR RI Ke-16, di Ruang Rapat Paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Baca Juga: Menko Airlangga Sebut 7 Bulan Lagi RI Resmi Jadi Anggota OECD
Maka dari itu dirinya berharap Indonesia tidak mengorbankan perjuangan konstitusional bangsa Indonesia, hanya demi untuk mengejar menjadi keanggotaan atau masuk ke dalam OECD.
"Tetapi kalau harganya harus dengan melanggar konstitusi itu menjadi tidak benar. Saya khawatir kalau itu tetap dilakukan dan dipaksakan ini akan menjadi sejarah bagi pemerintahan ini yang akan segera berakhir dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi akan dikenang oleh sejarah bangsa Indonesia. Anak-anak yang belajar sejarah di sekolah akan mengenang bahwa pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel yang sudah dibujuk-bujuk oleh Israel sejak tahun 1948, akhirnya direalisasikan di zaman ini," lanjut politisi yang juga Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI ini.
Oleh karenanya, Sukamta berharap pemerintah merespon hal tersebut dengan bijaksana. “Kita tidak ingin itu terjadi dan mudah-mudahan pemerintah betul-betul bijaksana. Jangan sampai mengorbankan konstitusi kita untuk mengejar keuntungan yang sebetulnya masih bisa diraih dengan cara-cara yang lain,” tutup Politisi Fraksi PKS ini.
Sebagai informasi, sebelumnya Presiden Jokowi memberikan apresiasi yang besar atas diterimanya Indonesia sebagai anggota OECD. Sebab bagi Jokowi dengan Indonesia masuk sebagai anggota aktif OECD maka akses menuju investasi semakin mudah.
"Kita harapkan dengan kita masuk ke sana, akan mudah mengakses ke investasi, mudah mengakses ke lembaga internasional yang bermanfaat bagi masyarakat kita," ujar Presiden Jokowi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









