Akurat

DPR Sebut Stabilitas Transisi Pemerintahan Kunci Atasi Gejolak Ekonomi Global

Demi Ermansyah | 13 Mei 2024, 15:52 WIB
DPR Sebut Stabilitas Transisi Pemerintahan Kunci Atasi Gejolak Ekonomi Global

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) RI mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2024 berada pada level 5,11% secara tahunan (yoy).

Melihat hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati menyampaikan bahwa masih ada tantangan atas kondisi ekonomi Indonesia ke depan. 
 
Sebab menurut dirinya, situasinya akan sangat tergantung dengan cara Pemerintah merespon situasi global saat ini, sehingga ekonomi domestik tetap bisa tumbuh dengan baik.
 
"Untuk kawasan ASEAN relatif lebih stabil dan terkendali, bahkan kawasan ASEAN bisa kita katakan sebagai kawasan paling prospektif dibanding kawasan lain di dunia. Saya memperkirakan beberapa negara ASEAN bisa mencapai pertumbuhan 5-6 persen. Jadi Indonesia menjadi bagian dari stabilitas dan promising pertumbuhan ekonomi ASEAN tahun 2024 ini, walaupun bukan yang tertinggi," ucapnya melalui lansiran laman resmi DPR RI, Senin (13/5/2024).
 
 
Tak sampai disitu, Anis pun mengingatkan kondisi ekonomi dan keuangan global sangat memengaruhi ekonomi nasional. Ia pun lantas menyinggung terpaan yang dialami dunia internasional pasca Covid 19.
 
"Pasca Covid-19, perekonomian global dihadapkan masalah situasi geopolitik yang eskalatif di banyak kawasan secara berbarengan, ditambah pelemahan ekonomi Cina serta kebijakan suku bunga tinggi dari The Fed," ungkapnya. 
 
Indonesia saat ini, lanjutnya, sudah merasakan tiga hal yang menjadi mimpi buruk perekonomian secara bersamaan. Deretan horor itu, antara lain, tingkat inflasi, suku bunga tinggi, dan stagnasi pertumbuhan ekonomi, ditambah melemahnya nilai tukar.
 
"Jika hal ini tidak bisa kita antisipasi, maka dampaknya akan terasa pada sektor riil, daya beli masyarakat dan ujungnya pada pertumbuhan ekonomi yang melambat," ucapnya. 
 
Menurut Anis, transisi kekuasaan yang berjalan baik merupakan kunci dan hal yang harus direalisasikan. 
 
Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintahan sebelumnya harus bisa mendelegasikan pekerjaan kepada pemerintahan baru.
 
Pemerintahan ke depan pun bisa menempatkan figur-figur terbaik di bidangnya dan tidak hanya sekadar mengakomodasi kepentingan politik, apalagi jika nantinya malah membebani dan melemahkan Pemerintah sendiri.
 
"Saya melihat ada dua hal yang harus dibenahi Pemerintah baru, pertama, memperkuat kebijakan industri agar memiliki kontribusi yang signifikan terhadap PDB. Kedua, membenahi organisasi dan sistem perpajakan yang menjadi penopang penerimaan negara," tutupnya.
 
Seperti yang diketahui, sebelumnya badan Pusat Statistik, ekonomi Indonesia kuartal I-2024 terhadap kuartal I-2023 tumbuh sebesar 5,11% (y-on-y). 
 
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Indonesia pada triwulan I-2024 justru mengalami kontraksi sebesar 0,83% (q-to-q). 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.