Akurat Logo

Susul Ketegangan Timur Tengah dan Komentar The Fed, Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp16.160-Rp16.250 Besok

Silvia Nur Fajri | 16 April 2024, 18:38 WIB
Susul Ketegangan Timur Tengah dan Komentar The Fed, Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp16.160-Rp16.250 Besok

AKURAT.CO Rupiah ditaksir melemah ke kisaran Rp16.160-Rp16.250 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 17 April 2024, usai melemah 327 poin 16.175 pada Selasa.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah ini seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan komentar hawkish Gubernur The Fed.

Indeks dolar menguat pada Selasa (16/4/2024) karena para investor menunda ekspektasi terkait kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve, yang didorong oleh inflasi yang masih stagnan dan pertumbuhan yang kuat.

Baca Juga: Ini Sebab Rupiah Tembus Rp16.000 per Dolar AS, Terendah Sejak 2020

Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, menyatakan bahwa kebijakan Fed masih bersifat restriktif, namun pandangannya adalah bahwa penurunan suku bunga kemungkinan akan dimulai tahun ini.

"Ketegangan di Timur Tengah juga meningkat, mendorong permintaan terhadap safe haven dolar AS. Presiden Fed New York John Williams mengatakan pada hari Senin bahwa kebijakan Fed berada dalam kondisi yang baik dan masih bersifat restriktif," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Selasa (16/4/2024).

Menurutnya, dari sisi internal bahwa pasar terus mengamati momentum Ramadan dan Lebaran yang diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia sebesar 0,14-0,25% poin.

Dengan demikian, di kuartal pertama 2024, ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh di kisaran 5-5,1%. Faktor-faktor seperti peningkatan belanja pemerintah terutama terkait bansos dan pelaksanaan Pemilu turut mendorong pertumbuhan tersebut.

Namun, inflasi yang meningkat akibat kenaikan harga pangan dapat menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 karena berpotensi mengganggu daya beli masyarakat.

Bank Indonesia terus melakukan bauran strategi ekonomi, termasuk stabilisasi nilai tukar rupiah dan intervensi di pasar valuta asing, untuk menahan pelemahan mata uang rupiah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.