Akurat Logo

Menko Airlangga Sebut Kenaikan Jumlah Pemudik Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI

Silvia Nur Fajri | 16 April 2024, 15:27 WIB
Menko Airlangga Sebut Kenaikan Jumlah Pemudik Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai mudik turut mendorong perekonomian, selain juga mencerminkan nilai-nilai tradisional dan kekeluargaan yang masih kuat di masyarakat Indonesia.

Menurut data yang disampaikan oleh Menteri Airlangga, jumlah pemudik mencapai 193,5 juta orang, termasuk dari berbagai daerah seluruh Indonesia.

"Sebagian masyarakat kita banyak yang memanfaatkan untuk mudik dan menjalani silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman," ujarnya dalam acara Halal Bihalal di kantor Kemenko, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2024).

Baca Juga: Konflik Israel-Iran, Menko Airlangga: Dunia Tidak Baik-baik Saja, Kita Harus Bekerja Keras

Dengan demikian, jumlah pemudik Lebaran tahun ini mengalami peningkatan sebesar 13,67%, yang turut menguatkan daya beli masyarakat secara keseluruhan.

Keberhasilan ini menunjukkan peran vital pemudik dalam memperkuat perekonomian negara dan memberikan dorongan positif bagi aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

"Peningkatan jumlah pemudik cukup tinggi, mencapai 13,7 persen, yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat," tambahnya.

Sebelumnya, Chief Economist PermataBank, Josua Pardade menjelaskan bahwa secara seasonal jumlah uang beredar pada saat Ramadan dan Lebaran akan meningkat sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat secara umum (mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam) dan naiknya mobilitas publik terkait mudik.

Sehingga, ada peningkatan persediaan uang kartal oleh Bank Indonesia (BI) untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Sejalan dengan normalisasi pasca pandemi Covid-19, mobilitas publik diprediksi akan lebih tinggi dari tahun lalu maka wajar jika uang kartal yang disediakan oleh BI juga meningkat tahun ini. Oleh sebab itu, terdapat potensi tambahan uang beredar (M2) sekitar Rp150-170 triliun pada momentum Ramadan dan Idul Fitri tahun ini," kata Josua dalam keterangannya dikutip Selasa (16/4/2024).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.