Rupiah Berbalik Menguat 7 Poin ke Rp15.792 Usai Afirmasi Investment Grade RI dari JCR

AKURAT.CO Rupiah ditutup berbalik menguat 7 poin ke level Rp15.792 pada perdagangan Selasa, 26 Maret 2024.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakn rupiah tertopang sentimen eksternal dan internal.
Dari eksternal, The Fed memang menandai kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 75 basis poin pada tahun ini, namun menambahkan bahwa hal ini akan sangat bergantung pada jalur inflasi.
Baca Juga: Distribusi Rupiah ke 3T, BI Sabet Penghargaan Central Banking Award
Hal ini membuat rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti, yang merupakan ukuran inflasi dasar yang disukai The Fed, menjadi fokus perhatian, meskipun hal ini akan dirilis ketika pasar tutup pada hari Jumat Agung.
Selain itu, ada sejumlah pejabat Fed yang akan berbicara minggu ini, termasuk Ketua Fed Jerome Powell, presiden Fed Atlanta Raphael Bostic dan gubernur Fed Lisa Cook dan Christopher Waller.
"Komentar mereka juga akan dipelajari dengan cermat seiring pasar mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga, termasuk kemungkinan bank sentral mulai menurunkan suku bunga pada bulan Juni," ujar Ibarhim dikutip Selasa (26/3/2024).
Taruhan penurunan suku bunga pada bulan Juni oleh Bank Sentral Eropa dan Bank of England telah meningkat secara substansial setelah Swiss National Bank menjadi bank sentral besar pertama yang menurunkan biaya pinjaman minggu lalu.
Lalu Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan kepada Financial Times bahwa penurunan suku bunga adalah hal yang wajar dalam permainan tahun ini.
Selain itu, Presiden Bundesbank Joachim Nagel mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa ECB mungkin berada dalam posisi untuk menurunkan suku bunga sebelum reses musim panas, mungkin pada bulan Juni, karena inflasi sedang menuju kembali ke target bank sebesar 2%.
Eropa akan melakukan pengujian inflasi minggu ini dengan data harga konsumen yang dikeluarkan dari Perancis, Italia, Belgia dan Spanyol, menjelang laporan CPI zona euro secara keseluruhan minggu depan.
Sentimen Internal
Dari ineternal, pasar merespon positif terhadap prospek perekonomian Indonesia diperkirakan tetap kuat sejalan dengan peringkat kredit atau Sovereign Credit Rating Indonesia yang dipertahankan pada BBB+ dengan outlook stabil oleh Lembaga Pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR).
Keputusan ini mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat dan utang pemerintah yang terkendali.
JCR juga memperkirakan bahwa utang pemerintah akan menurun secara gradual sejalan dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi dan defisit fiskal pemerintah. Dengan afirmasi rating Indonesia tersebut, pemangku kepentingan internasional tetap memiliki keyakinan yang kuat atas terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia.
Hal ini didukung oleh kredibilitas kebijakan serta sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah.
Ke depan, BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik, serta merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga.
Adapun, JCR memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 mencapai 5%, didukung oleh konsumsi swasta dan investasi. Implementasi UU Cipta Kerja dinilai mampu meningkatkan penanaman modal asing (PMA) antara lain untuk pembangunan infrastruktur dan Ibu Kota Nusantara.
Dari sisi fiskal, kredibilitas kebijakan fiskal diperkirakan terjaga, tecermin pada defisit fiskal yang kembali berada di bawah 3% dari PDB pada 2022 yang oleh implementasi reformasi perpajakan dan realokasi belanja pemerintah. Pada 2023, defisit fiskal kembali tercatat turun menjadi 1,66% dan akan tetap dipertahankan di bawah 3% untuk 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK






