Akurat

Beredar 4 Nama Kandidat Pengganti Menkeu, Menko Airlangga: Saya Baru Dengar

Silvia Nur Fajri | 29 Februari 2024, 09:41 WIB
Beredar 4 Nama Kandidat Pengganti Menkeu, Menko Airlangga: Saya Baru Dengar

AKURAT.CO Menteri Koordinator Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto, memberikan tanggapannya terhadap isu yang mencuat mengenai calon Menteri Keuangan di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendatang apabila menang di Pilpres.

Dia menegaskan bahwa baru mendengar isu nama-nama yang disebut bakal menggantikan Sri Mulyani Indrawati, mencakup Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Kartika Wirjoatmodjo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, dan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Royke Tumilaar. 

"Wah saya baru dengar," kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Rabu malam (28/2/2024).

Baca Juga: Prabowo Disebut Sudah Kantongi 4 Kandidat Pengganti Sri Mulyani

Kemudian, ia mengungkapkan bahwa belum ada diskusi mengenai calon Menteri Keuangan di Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.

"Belum waktunya, (prosesnya) masih ada 8 bulan lagi. Pertama ketok palu dulu dari KPU," ungkapnya.

Ketika ditanya lagi tentang keempat calon Menteri Keuangan, Airlangga menegaskan bahwa belum ada pembahasan mengenai hal tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa Budi Gunadi adalah rekan kerjanya di pemerintah.

"Pokoknya belum ada. Itu kolega saya Menteri Kesehatan," singkatnya.

Sebelumnya, menurut laporan Bloomberg, Prabowo sedang mempertimbangkan sejumlah bankir untuk jabatan menteri keuangan, mencari teknokrat yang dapat menjaga stabilitas keuangan dan memenuhi janji kampanyenya.

Keempat kandidat dianggap cocok karena keahlian keuangan dan kepemimpinan efektif. Namun, Prabowo tidak akan menjadikan posisi menteri keuangan sebagai alat politik karena dianggap membutuhkan keahlian dan ketelitian dalam pengelolaan anggaran negara.

"Menteri Keuangan baru akan menggantikan Sri Mulyani Indrawati, satu-satunya perempuan yang pernah ditunjuk untuk peran tersebut sejak kemerdekaan Indonesia pada 1945," tulis Bloomberg.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.