AKURAT.CO Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 tercatat defisit Rp35 triliun per 12 Desember 2023, setara 0,17% PDB.
Tercatat, pendapatan APBN pada periode tersebut mencapai Rp2.553,2 triliun setara 103,6% pagu APBN 2023 sebesar Rp2.463 triliun dan hampir mencapai target APBN-P 2023 yang sebesar Rp2.637,2 triliun.
Sementara belanja APBN per 12 Desember 2023 mencapai Rp2.588,2 triliun setara 84,55% pagu APBN 2023 sebesar Rp3.061,2 triliun dan belum mencapai target APBN-P 2023 sebesar Rp3.117,2 triliun.
Baca Juga: Masih Rendah, Jokowi Instruksikan K/L Serap Anggaran APBN 2023 Minimal 95 Persen
Diakui pemerintah, kinerja penerimaan pajak yang tetal tumbuh positif di tengah penurunan harga komoditas menunjukkan baiknya penerimaan pajak dalam mengoptimalkan berbagai potensi dari aktivitas ekonomi dan aktivitas pengawasan dalam rangka peningkatan kepatuhan Wajib Pajak.
Diketahui, tahun 2023 menjadi tahun ketiga penerimaan pajak mampu mencapai target yang ditetapkan dalam APBN. Pada saat yang sama, pertumbuhan penerimaan pajak yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi membawa penerimaan pajak kembali mencatat Buoyancy Pajak di atas 1 (satu), melanjutkan keberhasilan yang sama pada tahun 2021 dan 2022.
Kinerja yang baik ini didukung berbagai upaya peningkatan basis pemajakan, antara lain melalui pengawasan WP usai Program Pengungkapan Sukarela serta intensifikasi pemajakan ekonomi digital melalui pemungutan PPN PMSE dan pemajakan atas financial tecnology.
"Optimalisasi penerimaan pajak juga disertai peningkatan pelayanan kepada Wajib Pajak dan
pemberian insentif. Termasuk proses pengembalian pajak (restitusi) atas SPT PPh Orang Pribadi Lebih Bayar menjadi lebih cepat hanya 15 hari, PPN DN Ditanggung Pemerintah atas pembelian mobil listrik dan pembelian rumah dan sebagainya," kata Menkeu dalam acara APBN di Jakarta, Jumat (15/12/2023).
Adapun belanja K/L diarahkan agar memberianfaat terbesar bagi masyarakat. Belanja Pemerintah Pusat tahun 2023 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan pemanfaatan antara lain program perlinsos, pendidikan, dan insfrastruktur.
"Kinerja tersebut didorong melalui belanja K/L antara lain belanja modal sampai dengan 12 Desember 2023
mengalami pertumbuhan yang signifikan yaitu mencapai 20,5% dari tahun lalu," imbuh Menkeu.
Penanganan jalan daerah juga menjadi fokus pemerintah untuk mendukung mobilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat. Penebalan program perlindungan sosial juga dilanjutkan antara lain berupa bantuan pangan dan Bantuan langsung tunai (BLT) El Nino untuk menjaga daya beli masyarakat.
Kinerja positif BPP tahun 2023 juga didukung oleh belanja non-K/L yang antara lain dimanfaatkan untuk
program yang menyasar langsung ke masyarakat seperti program kartu prakerja dan bantuan pangan.
Realisasi belanja non KL juga akan meningkat seiring proses pembayaran berbagai program, termasuk
subsidi dan kompensasi di bulan Desember. Langkah ini dilaksanakan untuk mengurangi beban APBN
tahun berikutnya, serta agar pemerintahan selanjutnya dapat berfokus pada pelaksanaan program tahun
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









