Akurat Logo

Rupiah Naik 40 Poin Ke Rp15.395 Jelang Rilis Data Indeks PMI China

M. Rahman | 29 November 2023, 15:35 WIB
Rupiah Naik 40 Poin Ke Rp15.395 Jelang Rilis Data Indeks PMI China

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat 40 poin ke leverl Rp15.385 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 19 November 2023 saat pasar menanti rilis data indeks PMI China pekan ini. 

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah didorong sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, kekhawatiran pasar terhadap lesunya perekonomian China masih tetap ada, terutama setelah serangkaian data perekonomian yang lemah pada bulan Oktober.

"Fokus minggu ini adalah pada data indeks manajer pembelian (PMI) untuk bulan November, yang akan dirilis pada hari Kamis. Angka tersebut diperkirakan menunjukkan penurunan berkelanjutan dalam aktivitas manufaktur, menyoroti berlanjutnya pelemahan mesin ekonomi terbesar China," ujar Ibrahim dikutip Rabu (29/11/2023).

Baca Juga: Pasar Menanti Data Indeks Manajer Pembelian AS, Rupiah Turun 12 Poin

Selain China, sentimen eksternal dari komentar para pejabat Fed juga masih mewarnai pergerakan kurs. Pejabat The Fed mengatakan dalam komentar terpisah semalam bahwa bank tersebut perlu lebih berhati-hati dalam mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, dan bahwa pelonggaran inflasi dapat mendorong bank tersebut untuk melakukan pelonggaran kebijakan lebih awal dari yang diperkirakan.

Gubernur Fed dan tokoh garis keras Christopher Waller mengatakan bahwa suku bunga tinggi telah cukup menekan inflasi tahun ini, dan penurunan tekanan harga lebih lanjut kemungkinan akan menyebabkan bank mulai menurunkan suku bunga.

Komentarnya menunjukkan bahwa para pedagang memperkirakan setidaknya 40% kemungkinan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya paling lambat pada bulan Maret 2024, dan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunganya pada bulan Desember.

"Waller dan pejabat Fed lainnya pada minggu ini memberikan lebih banyak isyarat mengenai kebijakan moneter, sebelum periode blackout menjelang pertemuan Fed pada pertengahan bulan Desember," kata Ibrahim.

Sementara Ketua Jerome Powell juga akan menyampaikan pidatonya akhir pekan ini. Prospek perubahan sikap hawkish The Fed mendorong kenaikan kuat pada emas sepanjang bulan November, dengan logam kuning tersebut kini diperkirakan akan bertambah lebih dari 3% pada bulan tersebut.

Sentimen Internal Rupiah

Dari internal, utang pemerintah Indonesia kembali naik ke level Rp7.950,52 triliun pada Oktober 2023. Pada akhir Oktober 2023 mengalami kenaikan Rp58,6 triliun dari periode September 2023 (month-to-month/mtm) yang tercatat sebesar Rp7.891,61 triliun.

Dikutip dari buku APBN Kita Edisi November 2023, rasio utang pemerintah pada Oktober 2023 mencapai 37,68% terhadap produk domestik bruto (PDB). Meski nilainya mengalami kenaikan, rasio utang per Oktober 2023 justru lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 37,95 terhadap PDB.

Rasio utang tersebut juga lebih rendah dibandingkan dengan periode akhir 2022 dan masih di bawah batas aman 60% PDB sesuai dengan UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara.  Rasio ini juga masih lebih baik dari yang telah ditetapkan pada kisaran 40% dalam Strategi Pengelolaan Utang Jangka Menengah 2023-2026.

Lebih lanjut, pemerintah senantiasa mengelola utang secara cermat dan terukur dengan memperhatikan komposisi mata uang, suku bunga, serta jatuh tempo yang optimal.  Sedangkan, Utang pemerintah didominasi dari dalam negeri dengan proporsi sebesar 71,78%. Ini sejalan dengan  kebijakan umum pembiayaan utang untuk mengoptimalkan sumber pembiayaan dalam negeri dan memanfaatkan utang luar negeri sebagai pelengkap.

Berdasarkan instrumen, komposisi utang pemerintah sebagian besar berupa Surat berharga Negara (SBN) yang mencapai 88,66%.  Sedangkan investor asing hanya memiliki SBN domestik 14,68 persen termasuk kepemilikan oleh pemerintah dan bank sentral asing.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa