Akurat Logo

Pasar Menanti Data Indeks Manajer Pembelian AS, Rupiah Turun 12 Poin

M. Rahman | 24 November 2023, 16:03 WIB
Pasar Menanti Data Indeks Manajer Pembelian AS, Rupiah Turun 12 Poin

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 12 poin ke level Rp15.565 pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat, 24 November 2023 saat pasar menanti data indeks manajer pembelian AS malam nanti.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupaih tertekan sentimen eksternal dan internal. 

 

Dari eksternal, data indeks manajer pembelian AS diperkirakan akan menunjukkan pelemahan berkelanjutan dalam aktivitas bisnis, karena perekonomian terbesar di dunia ini melemah akibat tingginya suku bunga dan inflasi yang tinggi.

Baca Juga: Rupiah Berbalik Melemah 135 Poin Ke Rp15.575

Tanda-tanda pelemahan apa pun dalam perekonomian AS memberikan ruang terbatas bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi, dan juga meningkatkan peluang penurunan suku bunga lebih awal.

"Risalah pertemuan bank sentral pada akhir bulan Oktober menunjukkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan mendukung prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, mengingat ketahanan perekonomian AS saat ini," kata Ibrahim dikutip Jumat (24/11/2023).

Sementara itu, adanya kekhawatiran atas pernyataan Gubernur Bank of England mengenai suku bunga tinggi yang berkelanjutan yang menunjukkan adanya tekanan resesi.

Selain itu, data PMI yang lemah di zona euro dan Jepang juga menunjukkan melemahnya tren ekonomi di seluruh dunia, yang pada gilirannya dapat mendukung permintaan safe haven terhadap dolar AS.

Sentimen Internal Rupiah

Dari internal, pasar terus memantau beberapa hal yang mempengaruhi  pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, kemungkinan tidak sesuai dengan ekpekrasi pemerIntah maupun Bank indonesia Hal tersebut akan berpengaruh terhadap produk Domestik Bruto di kuartal IV-2023 dibawah 5%.

Pertama, ada kondisi perekonomian global yang pasti mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia. Kedua, tensi geopolitik di mana konflik yang terjadi seperti Israel dengan Palestina serta Rusia dengan Ukraina, juga pasti berpengaruh. Hal tersebut akan berdampak pada inflasi,dan nilai tukar rupiah. 

Namun, tantangan itu dapat diatasi dengan anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN yang memiliki peran sebagai instrumen yang menjaga stabilitas ekonomi. Selain itu, APBN juga memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Sehingga, pengelolaan APBN akan tetap memperhatikan dinamika perekonomian, yang bedampak terhadap domestic.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 sebesar 4,94% secara year on year (YoY) dan tumbuh 1,6% secara quartal to quartal (QtQ). Sehingga, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,05%. Adapun pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2022 mencapai 5,73%.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa