Direktur LPPI Ungkap 3 Ancaman Terbesar Perekonomian Indonesia

AKURAT.CO Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LLPI), Heru Kristyana menjelaskan berbagai dampak dari tantangan yang dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia dalam waktu dekat hingga tahun depan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 sebesar 4,94% secara tahunan (year on year/yoy) masih belum dapat memberikan rasa aman bagi perekonomian nasional.
Heru menambahkan, dampak El Nino sudah terlihat terhadap kebutuhan beras di Indonesia bahkan hingga global. Dari negara pengekspor beras utama seperti India dan Vietnam sudah mengurangi dan menyetop ekspor berasnya terhadap negara-negara berkembang.
Baca Juga: Tensi Geopolitik Memanas, Kepala Bappenas Sarankan 2 Hal Untuk Perekonomian RI
“Kenapa? karena kebutuhan dalam negeri mereka tidak cukup untuk itu (memenuhi). Sehingga ini menjadi suatu isu pangan bagi kita agar bisa diatasi dan tidak membawa inflasi lebih tinggi lagi ke depan,” kata Heru di sela Virtual Seminar LPPI, Jumat (24/11/2023).
Dalam memasuki tahun politik tahun depan, Heru juga menyampaikan kemungkinan harga energi yang akan semakin mahal di Indonesia, khususnya energi yang non subsidi.
Selain itu, Heru menilai dampak dari lanjutan tahun politik yang akan dihadapi Indonesia tahun depan dapat mempengaruhi investasi di Indonesia jauh lebih tinggi.
“Tentunya kita tidak bisa mengharapkan investasi yang lebih tinggi, ini tentunya akan melambat atau wait and see dari siapa presidennya atau Pemilu-nya (Pemilihan Umum) aman atau tidak,” ucap Heru.
Sehingga dari kondisi yang sedang atau akan dihadapi Indonesia ke depan, Heru berharap untuk dunia usaha termasuk industri perasuransian dapat mengantisipasi gejolak tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.











