AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat 62 poin ke level Rp15.492 pada perdagangan Jumat, 17 November 2023 usai rilis data tenaga kerja AS yang lebih rendah dari perkiraan.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakn rupiah didorong sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, pembacaan data tenaga kerja yang lemah memicu lebih banyak spekulasi bahwa federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertengahan tahun 2024.
Setelah pembacaan inflasi bulan Oktober yang lebih rendah dari perkiraan, data pada hari Kamis menunjukkan bahwa klaim pengangguran mingguan tumbuh lebih dari perkiraan selama empat minggu berturut-turut.
ruBaca Juga: Rupiah Melemah 20 Poin Ke Rp15.554 Usai Rilis Data Penjualan Ritel AS
"Data tersebut memicu meningkatnya spekulasi bahwa The Fed telah selesai menaikkan suku bunga, dan kemungkinan akan mulai memangkas suku bunga pada pertengahan tahun 2024. Risalah pertemuan The Fed bulan Oktober akan dirilis minggu depan, dan juga akan memberikan lebih banyak petunjuk mengenai prospek bank sentral," kata Ibrahim dikutip Jumat (17/11/2023).
Selain itu, data yang dirilis minggu ini menunjukkan beberapa tanda ketahanan perekonomian China, seiring dengan pertumbuhan produksi industri dan penjualan ritel yang lebih besar dari perkiraan. Namun indikator-indikator perekonomian lainnya pada bulan Oktober masih menunjukkan pelemahan yang konsisten pada perekonomian China, terutama ketika perekonomian China tergelincir ke dalam wilayah disinflasi.
Fokus saat ini tertuju pada PBoC, yang akan memutuskan suku bunga acuan pinjaman utama pada hari Senin. Namun bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah, karena bank tersebut kesulitan menjaga keseimbangan antara menopang pertumbuhan ekonomi dan membendung pelemahan yuan.
Sentimen Internal Rupiah
Indonesia akan menghadapi tahun politik pada 2024 mendatang. Ada banyak keraguan menyelimuti investor untuk melakukan investasi karena adanya potensi ketidakstabilan yang ditimbulkan dari gejolak politik. Pasar yakin bahwa perekonomian Indonesia tidak akan terhambat karena adanya Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2024 nanti.
Sebaliknya, Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk melakukan investasi. Terlihat ada banyak investasi asing langsung (FDI) yang masuk ke Indonesia. Hal tersebut menunjukkan investor sudah memperhitungkan untung-rugi dari pilihan ini.
Sebagai informasi, data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi mencapai Rp349,8 triliun di kuartal II-2023, atau naik 15,7% secara year on year (yoy), dan meningkat 6,3% secara quarter to quarter (qtq) dibandingkan kuartal I-2023.
Lebih lanjut, menyorot kinerja instrumen ekonomi Tanah Air, seperti Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan yang baik, bahkan mampu membawa ekonomi Indonesia pulih pasca pandemi Covid-19 dan menghadapi ketidakstabilan perekonomian global.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang melambat menjadi 4,94% (yoy) pada kuartal-III, meleset dari prediksi 5%. Namun, hal ini tidak menutup fakta kalau Indonesia adalah pasar yang potensial, lantaran punya jumlah penduduk banyak, demografi muda, serta pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang terhitung konsisten.
Di samping itu, Indonesia adalah salah satu penyedia atau produsen nikel, logam, pertambangan, dan minyak. Pasokan minyak dan gas di Indonesia salah satu yang terbesar di dunia. Jadi kami sangat sangat optimis dengan pertumbuhanekonomi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








