Akurat

Banyak Aset Negara Di Jakarta Diduduki Oknum, Kemenkeu: Sulit Ditertibkan

Yosi Winosa | 24 Oktober 2023, 13:05 WIB
Banyak Aset Negara Di Jakarta Diduduki Oknum, Kemenkeu: Sulit Ditertibkan

AKURAT.CO Menjelang perpindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rionald Silaban mengatakan, banyak aset negara di Jakarta yang masih diduduki oleh orang tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan oleh Rionald dalam seminar International Hari Kekayaan Negara tentang Reimagining Jakarta Future pada Senin, 23 Oktober 2023. Menurut Rionald, pemerintah harus bisa menertibkan aset milik negara tersebut dan memiliki strategi dalam mengatasi persoalannya.

“Ternyata di Jakarta banyak aset BMN (Barang Milik Negara), saya tidak usah sebut tempatnya. Unfortunately terhadap aset-aset BMN itu, bisa dilakukan pendudukan dan kita sulit menertibkannya,” kata Rionald yang dipantau secara daring pada, Senin (23/10/2023).

Baca Juga: Aset Negara Sentuh Rp11 Ribu Triliun, Menkeu: Masih Bisa Dioptimalkan Nilai Tambahnya

Rionald menambahkan, penertiban terhadap aset milik negara di Jakarta bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab DJKN Kemenkeu saja, tetapi juga tugas dari semua pihak yang harus ikut mengambil kembali aset kepemilikan negara tersebut.

Sehingga, Rionald berharap dari seminar ini dapat menghasilkan ide guna membantu Jakarta untuk mendukung Jakarta dalam mendorong pertumbuhan setelah pemerintahan pusat pindah dari Jakarta dari sisi sosial dan ekonomi.

“Disaat yang sama, kita juga akan melihat apakah perpindahan itu akan menimbulkan dampak signifikan terhadap sosial dan ekonomi,” ucap Rionald

Pada kesempatan yang sama, Pakar Demografi dan Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menjelaskan bahwa perpindahan ibu kota akan berdampak besar pada perubahan demografi berdasarkan kegiatan ekonomi.

Lebih rinci, Sonny memproyeksikan Jakarta akan kehilangan 400.000 orang pada tahun 2040 atau usia penduduk Jakarta akan berusia 40 tahun pada 2050.

Menurutnya, 30 tahun kedepan penduduk Kalimantan Timur akan 2 kali lipat dengan asumsi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri tetap tinggal dan pensiun di IKN yang mampu menyebabkan penduduk lanjut usia di Kalimantan Timur meningkat drastis.

"Namun, saya tidak tahu pola migrasi di Kalimantan Timur, tidak menutup kemungkinan para pegawai atau tentara atau polisi yang sudah pensiun memilih untuk kembali ke daerah asalnya,” ungkap Sonny.

Sehingga menurut penelitiannya, harga properti di Jakarta akan menurun yang diikuti penurunan jumlah penduduk di Jakarta serta adanya perubahan iklim.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.