Rupiah Tak Banyak Bergerak Di Level Rp15.375 Usai BoJ Pertahankan Suku Bunga

AKURAT.CO - Rupiah ditutup stagnan di level Rp15.375 pada perdagangan Jumat, 22 September 2023 usai BOJ mempertahankan suku bunga jangka pendek pada angka negatif di 0,1%.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah didorong sentumen eksternal dan internal. Dari eksternal, Bank of Japan mengatakan akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter dan pengendalian kurva imbal hasil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Bank tersebut menyebutkan meningkatnya ketidakpastian terhadap perekonomian Jepang, terutama karena lemahnya mitra dagang terbesarnya, sebagai alasan utama untuk mempertahankan kebijakan stimulatifnya," ujar Ibrahim dikutip Jumat (22/9/2023).
Baca Juga: Rupiah Naik 6 Poin Ke Rp15.375 Usai Fed Pertahankan Suku Bunga
BOJ juga mengatakan akan terus menargetkan pertumbuhan upah yang lebih besar dan bertujuan untuk membantu inflasi mencapai target tahunan sebesar 2%. Keputusan tersebut diambil hanya beberapa jam setelah data menunjukkan inflasi indeks harga konsumen Jepang tumbuh sedikit lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Agustus.
Angka inti, yang tidak termasuk harga makanan segar dan bahan bakar, tetap berada pada level tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Pernyataan BOJ mengecewakan beberapa investor yang mengharapkan lebih banyak isyarat mengenai potensi peralihan dari suku bunga negatif, mengingat Gubernur Kazuo Ueda baru-baru ini mengatakan bahwa bank tersebut memiliki cukup data untuk mempertimbangkan langkah tersebut.
"Fokus sekarang tertuju pada alamat dari Ueda pada pukul 15:30 JST (02:30 ET) untuk petunjuk lebih lanjut mengenai pivot," imbuh Ibrahim.
Sebelumnya, The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil pada minggu ini, namun memperingatkan bahwa inflasi yang tinggi dapat menyebabkan setidaknya satu kali kenaikan lagi pada tahun ini. Bank sentral juga mengatakan kemungkinan akan mempertahankan suku bunga di atas 5% hingga tahun 2024, mengecewakan ekspektasi pasar untuk setidaknya empat kali penurunan suku bunga pada tahun depan.
Sentimen Internal Rupiah
Dari internal, sentimen datang dari Bank Indonesia (BI) kemarin memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate pada level 5,75%, dengan suku bunga Deposit Facility sebesar 5%, dan suku bunga Lending Facility 6,5%. Keputusan menahan suku bunga tersebut merupakan konsisten dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap rendah dan terkendali.
Dengan suku bunga ditahan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tetap lebih stabil daripada mata uang negara lain. Meskipun, rupiah terdepresiasi secara point-to-point sebesar 0,98% dibandingkan dengan Agustus 2023.
Peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan nilai tukar rupiah hingga 20 September 2023 secara point-to-point melemah sebesar 0,98% dibandingkan dengan level akhir Agustus 2023. Secara year-to-date, nilai tukar rupiah menguat 1,22% dari level akhir Desember 2022.
Ke depan, stabilitas nilai tukar rupiah diproyeksikan masih tetap terjaga sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian Indonesia, inflasi yang rendah, dan imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik.
Selain itu, BI terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valas diperdagangan Domestic Non Deliverable Forwade (DNDF), meningkatkan efektivitas implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023, dan melanjutkan penerbitan SRBI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 7India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 8Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







