Akurat Logo

Rupiah Naik 6 Poin Ke Rp15.375 Usai Fed Pertahankan Suku Bunga

M. Rahman | 21 September 2023, 15:15 WIB
Rupiah Naik 6 Poin Ke Rp15.375 Usai Fed Pertahankan Suku Bunga

AKURAT.CO - Rupiah naik 6 poin ke Rp15.375 pada penutupan perdagangan Kamis, 21 September 2023 usai Fed mempertahankan suku bunganya di level 5,25% - 5,5%.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah digerakkan sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, The Fed mempertahankan suku buganya sesuai perkiraan dan memperkirakan suku bunga akan lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama dan pemotongan yang lebih sedikit pada tahun 2024.

"Namun Ketua Jerome Powell memperingatkan bahwa peningkatan inflasi dan ketahanan pasar tenaga kerja baru-baru ini memberi The Fed lebih banyak ruang untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi. Powell juga meningkatkan kemungkinan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini," kata Ibrahim dikutip Kamis (21/9/2023).

Baca Juga: Rupiah Turun Tipis 1 Poin Ke Rp15.381 Di Hari Pertemuan Fed

Ditambahkan, pidato Powell memberikan nada yang jauh lebih hawkish daripada perkiraan pasar, dan ketua The Fed juga memperkirakan bahwa pidato AS akan lebih hawkish daripada yang diperkirakan pasar. Suku bunga akan menjadi tren sekitar 5,1% hingga tahun 2024. Perkiraan tersebut menunjukkan hanya ada dua potensi penurunan suku bunga tahun depan, yang mana lebih kecil dari empat penurunan suku bunga yang diperkirakan pasar.

Selain itu, data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa tingkat inflasi Inggris yang tinggi secara tak terduga melambat pada bulan Agustus, menimbulkan pertanyaan tentang seberapa tinggi bank sentral akan menaikkan suku bunganya. Pelaku pasar sangat condong ke arah kenaikan suku bunga BoE lagi pada hari Kamis untuk yang ke-15 kalinya, namun ekspektasi dengan cepat berubah setelah data tersebut.

"Fokus pasar juga tertuju pada langkah-langkah stimulus lebih lanjut dari Tiongkok, dengan Bank Sentral Tiongkok (PBOC) juga menyatakan siap untuk memberikan lebih banyak dukungan moneter, jika diperlukan. Namun PBOC mempertahankan suku bunga pinjamannya tidak berubah pada hari Rabu, karena mereka kesulitan mencapai keseimbangan antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan mencegah pelemahan yuan," imbuh Ibrahim.

Sentimen Internal Rupiah

Dari internal, sentimen datang dari pelaku pasar merespon positif tentang laporan Pemerintah tentang penerimaan pajak negara sampai dengan Agustus 2023 mencapai Rp1.246,97 triliun atau 72,58% dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2023. Hal tersebut sesuai dengan target pemerintah dalam penerimaan pajak.

Jumlah penerimaan pajak negara itu berasal dari PPh Non Migas sebesar Rp708,23 triliun, naik 7,06% atau mencapai 81,07% dari target APBN, PPN dan PPnBM sebesar Rp447,58 triliun atau naik 8,14% atau 64,28% dari target APBN.

Kemudian, PBB dan pajak lainnya sebesar Rp11,64 triliun, turun -12,01% atau 29,10% dari target APBN dan PPh Migas sebesar Rp49,51 triliun, turun -10,58% atau 80,59% dari target APBN.

Ke depan kinerja penerimaan pajak akan melambat dibandingkan tahun sebelumnya terutama disebabkan penurunan signifikan harga komoditas, penurunan nilai impor, dan tidak berulangnya kebijakan PPS. Lebih lanjut, dari sisi jenis pajak seluruh jenis pajak masih tumbuh positif dengan dinamika periodik yang bervariasi.

Secara rinci, PPh 21 tumbuh 17,4% sejalan dengan utilisasi tenaga kerja dan tingkat upah yang baik. Kemudian, PPh OP tumbuh 2,2% dan PPh Badan tumbuh 23,2%, PPh 26 tumbuh 25,3%, PPN DN tumbuh 15,5 persen. Sedangkan, terjadi kontraksi pada PPh 22 impor sebesar -6,0%, PPh Final terkontraksi -39,4%, dan PPN Impor sebesar -4,7%.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa