Rupiah Turun 28 Poin Ke Rp15.370 Jelang Rilis Data Inflasi AS

AKURAT.CO - Rupiah ditutup melemah 28 poin ke level Rp15.370 pada perdagangan Rabu, 13 September 2023 menjelang rilis indeks harga konsumen AS.
Pengamat pasar uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menilai sentimen rupiah datang dari eksternal dan internal. Dari eksternal, sentimen berasal dari data inflasi AS karena hal ini dapat menentukan arah pertemuan Federal Reserve minggu depan.
"CPI inti, yang tidak memperhitungkan harga pangan dan energi yang fluktuatif, diperkirakan akan turun menjadi 4,3 persen tahun-ke-tahun di bulan Agustus dari 4,7 persen, namun melonjaknya harga minyak menyebabkan angka utama tahunan naik menjadi 3,6 persen, dari 3,2 persen," kata Ibrahim dikutip Rabu (13/9/2023).
Menurut Ibrahim, para pejabat The Fed telah memberi isyarat bahwa mereka dapat berhenti sejenak ketika pertemuan mereka minggu depan, setelah menaikkan suku bunga pada 11 dari 12 pertemuan terakhir mereka, sambil menilai kemajuan mereka sejauh ini. Namun inflasi yang masih bertahan dapat menunjukkan kemungkinan kenaikan lebih lanjut sebelum tahun ini berakhir.
Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) akan bertemu pada hari Kamis, dan para pedagang telah mulai menilai kembali posisi mereka setelah laporan Reuters mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan ECB memperkirakan inflasi di 20 negara zona euro akan tetap di atas 3% tahun depan, memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga kesepuluh berturut-turut.
rupiBaca Juga: Jelang Rilis Data Inflasi AS, Rupiah Turun 2 Poin Ke Rp15.329
Adapun Bank of England diperkirakan masih akan menambah 14 kenaikan suku bunga sejak akhir tahun 2021 ketika para pengambil kebijakan bertemu minggu depan, menaikkan suku bunga menjadi 5,5% dari 5,25%. Perekonomian belum memasuki resesi seperti yang dikhawatirkan, pertumbuhan upah menunjukkan sedikit tanda-tanda perlambatan, dan para ahli statistik resmi telah meningkatkan data secara tajam untuk menunjukkan bahwa Inggris pulih lebih awal dari COVID-19 dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Sentimen Internal Rupiah
Dari internal, sentimen berasal dari para ekonom yang memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan mulai menurunkan suku bunga acuannya di tahun 2024 tepatnya kuartal kedua. Salah satu penyebabnya adalah stabilnya perekonoimian AS dan inflasi yang terkendali dan mendekati 2%.
Selain itu, pergeseran proyeksi ini dikarenakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kembali melemah. Pasalnya, ini akan berdampak pada Imported inflation (inflasi impor). Sehingga, suku bunga acuan BI yang saat ini berada di level 5,75% harus dipertahankan. Meskipun, inflasi sudah berada di kisaran target sasaran BI sebesar 3,0±1% yaitu di level 3,27% secara tahunan (yoy) pada Agustus 2023.
Ditmabakan, BI juga menunggu sinyal dari The Fed untuk berhenti menaikkan dan mulai menurunkan suku bunga acuannya, yang mana hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat inflasi di AS, apakah terkendali atau malah terjadi resesi.
"Semakin memburuknya ekonomi di AS, tentu akan mempercepat sinyal turunnya suku bunga acuan The Fed atau Fed Fund Rate (FFR). Berdasarkan histori, bila The Fed menaikkan suku bunga secara agresif, maka ada kemungkinan terjadi resesi," imbuh Ibrahim.
Dampak kebijakan suku bunga yang ketat itu bisa 1 sampai 2 tahun ke depan. Sehingga para ekonom bisa memperkirakan apabila ekonomi AS mengalami resesi, hal tersebut akan berdampak pada tren hyper inflasi menurun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








