Isu Logam 'Tanah Jarang' Makin Mengeras dalam Ekskalasi Dagang AS-China

AKURAT.CO Badan perencana ekonomi China pada Selasa (18/6/2019) lalu menentang keras upaya penggunaan isu produk yang dibuat dari sumber daya tanah jarang China (LTJ) terhadap pembangunan negara tersebut.
Menurut Juru bicara komisi pembangunan dan reformasi nasional China (NDRC), Meng Wei menyebutkan bahwa penggunaan isu produk daya tanah jarang milik China terhadap pembangunan nasional sungguh sangat tidak masuk akal.
"Kami menentang keras setiap upaya penggunaan isu produk yang dibuat dari sumber daya tanah jarang China dengan maksud membatasi dan menghambat pembangunan negara," kata Meng Wei melalui laman Xinhua (19/6/2019).
Diketahui, pernyataan tersebut dilontarkan pada saat konferensi pers ketika dimintai komentar mengenai apakah material tanah jarang akan menjadi tindakan balasan China di tengah sengketa perdagangan dengan Amerika Serikat.
Ia pun menambahkan bahwasanya China selalu mendukung sistem perdagangan multirateral dan globalisasi ekonomi serta mempromosikan pembangunan industri tanah jarang dalam pendekatan bersama, terbuka dan kolaboratif.
Disebutkan bahwa China merupakan pemilik cadangan material tanah jarang terbesar sekaligus produsen sumber daya tanah jarang terbaik di dunia.
China bersedia memenuhi kebutuhan utama pembangunan negara lain dengan menyediakan sumber daya dan produk tanah jarang. "Akan tetapi kami dengan tegas menentang praktik-praktik beberapa negara yang mengabaikan aturan perdagangan global dan menghancurkan rantai industri dunia," tandas Meng.
Baru-baru ini NDRC mengadakan tiga simposium untuk mendengarkan masukan dari para pakar industri, perusahaan utama, dan otoritas lokal.
Menurut Meng, simposium tersebut bertujuan untuk mempromosikan pembangunan industri tanah jarang berkualitas tinggi serta menciptakan pola pembangunan dengan struktur industri yang layak, ilmu pengetahuan dengan teknologi mutakhir, perlindungan sumber daya yang efektif, serta produksi yang tertib.
Meng menyebutkan bahwasanya NDRC sampai saat ini sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk memanfaatkan penuh nilai istimewa dari material tanah jarang sebagai sumber daya strategis.
"Sejumlah upaya akan dilakukan untuk memperketat regulasi dan pengawasan terhadap produksi illegal, memperkuat upaya pemulihan lingkungan, serta mendorong pembangunan hijau dalam industri tanah jarang demi mendukung perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan perlindungan kekayaan intelektual," tutup Meng.
Material tanah jarang atau rare earth adalah 17 jenis elemen logam yang memiliki konsentrasi rendah di dalam tanah. Logam tanah jarang digunakan untuk berbagai macam produk, mulai dari baterai mobil listrik hingga laser dan mesin jet. Material tanah jarang sendiri tersebar di seluruh dunia, namun sulit untuk diolah dan saat ini Cina adalah produsen material tanah langka terbesar di dunia. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





