Perang Dagang AS-Cina, Industri Aviasi Ikut Teriak

AKURAT.CO, Perang dagang antara AS-Cina diperkirakan akan membahayakan bagi perkembangan industri aviasi kedua negara, Wang Changsung, ketua direksi China Southern Airline mengatakan bahwa kondisi perang dagang ini akan hanya membuat industri semakin terlilit dan terancam pailit.
“Sebagai orang yang berkecimpung dalam transportasi udara, kami memberi perhatian yang sangat besar terhadap masalah ini (perang dagang). Proteksi yang berlebihan dari AS hanya akan membuat dirinya semakin buntung” ujarnya.
Boeing merupakan aktor penting dalam sektor dagang antara AS dan Cina, perusahaan tersebut merupakan pemasok pesawat komersil terbesar bagi kedua negara.
Dilansir dari ECNS, Rabu (28/3), industri aviasi akan terkena dampak, maskapai penerbangan dan pembelian suku cadang untuk perawatan pesawat pun akan membuat biaya semakin membengkak. Wang menjelaskan, penjualan Boeing di Cina pada tahun lalu sebesar USD 12 juta, dari pengeluaran biaya tersebut memakai 15% dari total pendapatan maskapai.
Wang juga membeberkan bahwa adanya lonjakan penumpang sekitar 10,04% menjadi 112,79 miliar yuan, tingkat tertinggi dalam lima tahun terakhir. Jumlah total penumpang yang dibawa untuk tahun ini meningkat 10,19 persen menjadi 126,3 juta.
Adanya lonjakan tersebut, kenaikan harga bahan bakar jet akan menjadi tantangan. Biaya operasi penerbangan operator meningkat 22,38 persen menjadi 62,98 miliar yuan pada 2017, sebagai hasil dari pertumbuhan harga rata-rata bahan bakar. Biaya bahan bakar jet naik menjadi 31.895 juta, terhitung 50,64 persen dari biaya operasi penerbangan.
Tahun lalu, maskapai ini baru saja mencapai kesepakatan kerjasama strategis dengan American Airlines dengan investasi USD 200 juta untuk 2,76 persen saham China Southern Airlines.
“Kami harap kedua negara tetap mempertimbangkan hal ini,” ujarnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





