Jumlah Pengangguran Berkurang 109 Ribu Orang dalam Sebulan

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran terbuka mencapai 7,35 juta per September 2025, setara 4,74% dari total 155,27 juta orang angkatan kerja.
Menurut Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, jumlah pengangguran terbuka turun 109 ribu dibanding Agustus 2025, atau turun 0,11 persen poin dari posisi Agustus 2025 sebesar 4,85%.
Ia pun merinci tingkat pengangguran terbuka (TPT). Berdasarkan gender, TPT laki-laki mencapai 4,75% sementara perempuan 4,71%. Berdasarkan wilayah, TPT perkotaan tembus 5,65% sementara perdesaan 3,31%. TPT perkotaan yang tinggi menandakan penyerapan tenaga kerja di perkotaan masih menghadapi tantangan.
"Kelompok usia 15–24 tahun masih mencatat TPT tertinggi (16,26%), menegaskan tantangan transisi sekolah ke dunia kerja," ujarnya di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga: Pemerintah Tekan Pengangguran Lewat Program Magang Nasional 2025 Untuk 20 Ribu Peserta
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), yang merupakan perbandingan antara jumlah angkatan kerja dengan penduduk usia kerja sendiri mencapai 70,95%.
Dari total 218,85 juta penduduk usia kerja di November 2025, sebagian besar tepatnya 155,27 juta orang merupakan angkatan kerja, sisanya 63,58 juta orang bukan angkatan kerja.
147,9 Juta Penduduk Bekerja
Di sisi lain, pada November 2025, penduduk bekerja tercatat sebanyak 147,91 juta orang, naik 1,37 juta orang dibanding bulan sebelumnya.
Tiga sektor utama penyerap tenaga kerja nasional adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 27,99%; Perdagangan Besar & Eceran sebesar 18,67% dan Industri Pengolahan sebesar 13,86%
Sementara itu, sektor dengan pertumbuhan tenaga kerja tercepat meliputi Akomodasi dan Makan Minum (naik 381 ribu orang), Industri Pengolahan (naik 196 ribu orang) dan Perdagangan (naik 168 ribu orang)
Pekerja Formal Meningkat, Informal Masih Dominan
Struktur ketenagakerjaan Indonesia masih didominasi sektor informal, namun tren formalisasi terus berjalan, dimana jumlah pekerja informal tembus 85,35 juta orang (57,70%) sementara pekerja formal hanya 62,57 juta orang (42,30%)
Persentase pekerja formal naik 0,10 persen poin, mencerminkan perbaikan kualitas lapangan kerja, terutama di sektor industri dan jasa modern.
Jam Kerja: Pekerja Penuh Semakin Dominan
Sebanyak 67,94% penduduk bekerja tergolong pekerja penuh (minimal 35 jam per minggu). Sementara itu setengah pengangguran mencapai 7,81% dan pekerja paruh waktu mencapai 24,24%. Keduanya mengalami penurunan dibanding Agustus 2025, menandakan utilisasi tenaga kerja yang lebih optimal di pasar kerja nasional
Jumlah Pekerja Komuter Naik Jadi 7,97 Juta Orang
Mobilitas tenaga kerja juga meningkat. Jumlah pekerja komuter mencapai 7,97 juta orang atau 5,39% dari total penduduk bekerja.
Ciri utama pekerja komuter yakni didominasi laki-laki (71,82%), mayoritas bekerja di sektor formal (81,06%) dan 90,32% menggunakan kendaraan pribadi/dinas. Tren ini menunjukkan meningkatnya konektivitas wilayah dan aktivitas ekonomi lintas daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










