Outlook Investasi 2026: Laju Kuda Api dan Taruhan Besar Hilirisasi

AKURAT.CO Setelah melalui 2025 yang penuh dinamika, investasi kembali menjadi salah satu pijakan utama pemerintah dalam menatap tahun 2026. Di tengah ketidakpastian global yang belum sepenuhnya mereda, realisasi investasi yang tetap tumbuh dipandang sebagai modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah pun menetapkan target investasi ambisius pada 2026 sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka menengah.
Realisasi Investasi 2025 Jadi Landasan
Sepanjang 2025, kinerja investasi Indonesia tercatat relatif positif meski dunia dibayangi perlambatan ekonomi dan ketegangan geopolitik. Mengutip hasil data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atau Kementerian Investasi dan Hilirisasi menunjukkan, realisasi investasi nasional terus mencatatkan capaian signifikan hingga triwulan III 2025.
Pada periode tersebut, realisasi investasi mencapai Rp491,4 triliun, tumbuh sekitar 13,9% secara tahunan dan berkontribusi sekitar 25,8% terhadap target investasi nasional. Capaian ini juga menyerap 696.478 tenaga kerja, mencerminkan peran investasi dalam menopang aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Baca Juga: Waspadai Investasi Bodong, Pluang Peringatkan Modus Scam Telegram Palsu
Kontribusi penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI) masih menjadi salah satu penopang utama. Investor asal Singapura, Hong Kong, China, Malaysia, dan Amerika Serikat tercatat sebagai penyumbang terbesar realisasi investasi sepanjang periode tersebut.
Sementara itu, hingga triwulan I 2025, BKPM mencatat realisasi investasi telah mencapai Rp465,2 triliun, meningkat 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian ini menjadi indikator bahwa iklim investasi Indonesia tetap terjaga, baik bagi investor domestik maupun asing, meski kondisi global belum sepenuhnya kondusif.
Berangkat dari kinerja tersebut, pemerintah melalui BKPM dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menetapkan target investasi Rp2.175,26 triliun pada 2026. Target tersebut naik sekitar 14,2% dibandingkan target investasi 2025 yang sebesar Rp1.905,6 triliun.
Pemerintah menilai target tersebut realistis, meski tetap menantang, mengingat dinamika ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian. Target investasi ini juga sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 yang diperkirakan berada di kisaran 5,3%, sebagaimana disampaikan Bank Indonesia (BI).
Kinerja investasi yang solid diharapkan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor-sektor produktif lain, mulai dari industri pengolahan, jasa, hingga konsumsi domestik.
Baca Juga: Perbedaan Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi dari Segi Risiko Investasi
Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar pada akhir 2025, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa hingga September 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp1.434,3 triliun, meningkat hampir 13% secara tahunan.
Dari total tersebut, investasi asing langsung menyumbang sekitar 26%, sementara sisanya berasal dari penanaman modal dalam negeri.
Hilirisasi Jadi Fokus Utama
Memasuki 2026, pemerintah kembali menempatkan hilirisasi industri sebagai salah satu motor utama investasi. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri sekaligus memperkuat struktur industri nasional.
Selain hilirisasi, sejumlah sektor lain juga menjadi prioritas investasi, antara lain industri padat karya, energi baru dan terbarukan, infrastruktur, serta pariwisata dan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions). Pemerintah menilai sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar dalam mendorong arus modal masuk sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi.
Dukungan kebijakan fiskal turut mengiringi arah investasi tersebut. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pemerintah merencanakan total belanja negara sekitar Rp3.250 triliun, termasuk alokasi khusus sekitar Rp450 triliun untuk sektor-sektor strategis seperti ketahanan pangan, energi, gizi, dan pendidikan. Alokasi ini diharapkan memperkuat iklim investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Meski target investasi 2026 terbilang agresif, pemerintah tetap mewaspadai sejumlah tantangan. Ketidakpastian geopolitik, tren proteksionisme di negara-negara mitra dagang, serta tekanan suku bunga global berpotensi memengaruhi arus investasi ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
Di dalam negeri, tantangan struktural seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, efisiensi logistik, serta kepastian regulasi investasi masih menjadi pekerjaan rumah. Pemerintah terus mendorong penyederhanaan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS), penguatan kepastian hukum, serta percepatan pembangunan infrastruktur pendukung guna menjaga daya saing Indonesia di mata investor.
Peran Investor Domestik Kian Penting
Selain investasi asing, peran penanaman modal dalam negeri juga semakin diperkuat. Pemerintah mendorong keterlibatan korporasi nasional dan UMKM agar mampu naik kelas dan berpartisipasi dalam rantai nilai global.
Upaya pemerataan investasi juga terus dilakukan melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan pemberian insentif fiskal maupun nonfiskal, terutama di luar Pulau Jawa. Langkah ini diharapkan mampu memperluas basis investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan target investasi yang meningkat dan dukungan kebijakan yang relatif solid, Indonesia memasuki 2026 dengan prospek arus investasi yang tetap terjaga. Hilirisasi, sektor padat karya, dan industri strategis diharapkan menjadi penggerak utama penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja.
Meski tantangan global belum sepenuhnya hilang, target investasi Rp2.175 triliun diposisikan bukan sekadar angka, melainkan sebagai instrumen untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Pemerintah berharap, dengan sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan investasi, momentum pertumbuhan dapat terus dijaga di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










