TKD Susut, Purbaya: Sebetulnya Uang Enggak Berkurang, Malah Ditambah
Hefriday | 2 Oktober 2025, 14:54 WIB

AKURAT.CO Polemik terkait pengurangan transfer dana dari pusat ke daerah menjadi sorotan saat kunjungan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa ke Jawa Timur.
Sejumlah kepala daerah menyampaikan protes karena pemotongan dana transfer dianggap menghambat gerak pembangunan di daerah.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan bahwa pemotongan dilakukan karena adanya indikasi penyalahgunaan anggaran di tingkat daerah.
“Banyak penyelewengan, artinya nggak semua uang dipakai dengan betul. Itu yang bikin pemerintah pusat gerah,” ungkapnya saat kunjungan ke Jawa Timur, Kamis (2/10/2025).
Baca Juga: Defisit APBN 2026 Resmi Melebar ke 2,68 Persen PDB, Menkeu: Masih Amat Prudent
Meski transfer dana turun sekitar Rp200 triliun, Purbaya memastikan program-program untuk daerah justru naik dari Rp900 triliun menjadi Rp1.300 triliun. Dengan begitu, secara net anggaran untuk daerah tetap meningkat.
Meski transfer dana turun sekitar Rp200 triliun, Purbaya memastikan program-program untuk daerah justru naik dari Rp900 triliun menjadi Rp1.300 triliun. Dengan begitu, secara net anggaran untuk daerah tetap meningkat.
“Ekonomi daerah sebetulnya uangnya nggak berkurang, malah ditambah,” tegasnya.
Dirinya menekankan, daerah perlu memperbaiki kinerja penyerapan anggaran agar bisa meyakinkan pemerintah pusat.
Dirinya menekankan, daerah perlu memperbaiki kinerja penyerapan anggaran agar bisa meyakinkan pemerintah pusat.
“Kalau mereka bisa menunjukkan penyerapan yang baik dan bersih, saya bisa merayu ke pimpinan di atas untuk menambah lagi dengan cepat,” tambahnya.
Isu pengurangan transfer ini sempat menimbulkan keresahan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dalam tahap pemulihan. Beberapa kepala daerah bahkan menyampaikan keluhan langsung kepada Menkeu saat kunjungan.
Menurut Purbaya, kebijakan ini adalah langkah perbaikan tata kelola fiskal.
Isu pengurangan transfer ini sempat menimbulkan keresahan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dalam tahap pemulihan. Beberapa kepala daerah bahkan menyampaikan keluhan langsung kepada Menkeu saat kunjungan.
Menurut Purbaya, kebijakan ini adalah langkah perbaikan tata kelola fiskal.
“Kita ingin kinerja uang yang lebih efektif. Kalau ekonomi bagus dan pajak makin besar, kita akan tambah lagi transfer ke daerah,” ujarnya.
Selain soal transfer, Purbaya juga menyinggung soal pembinaan industri tembakau di Jawa Timur.
Selain soal transfer, Purbaya juga menyinggung soal pembinaan industri tembakau di Jawa Timur.
Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bertujuan menghancurkan usaha rokok, melainkan menciptakan aturan yang lebih adil agar pelaku usaha tetap bisa bertahan sembari berkontribusi pada penerimaan negara.
“Pemerintah daerah harus belajar memperbaiki tata kelola anggaran, sementara pelaku usaha tembakau kita arahkan untuk masuk ke jalur formal agar bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
“Pemerintah daerah harus belajar memperbaiki tata kelola anggaran, sementara pelaku usaha tembakau kita arahkan untuk masuk ke jalur formal agar bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi Bahasa Inggris TKA SMA 2026 Lengkap dengan Contoh Soal
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa






