Belanja Menggeliat, Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025 Ngacir ke 5,5 Persen
Hefriday | 1 Oktober 2025, 10:54 WIB

AKURAT.CO Optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia di penghujung 2025 kian menguat.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan bisa mencapai 5,5%, seiring dengan meningkatnya belanja masyarakat, dukungan sektor properti, dan penyaluran kredit yang lebih luas.
“Belanja masyarakat akan naik kencang, dan nanti properti akan tumbuh bagus. Kuartal IV saya yakin pertumbuhannya lebih bagus dibanding kuartal-kuartal sebelumnya, saya yakin di atas 5,5%, kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kemarin (30/9/2025).
Purbaya menjelaskan, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di lima bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI. Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong perbankan menurunkan suku bunga kredit agar masyarakat dan pelaku usaha lebih mudah mengakses pembiayaan.
Meski saat ini dana tersebut belum sepenuhnya terserap ke sektor properti, Purbaya yakin dalam waktu dekat dampaknya akan terasa. “Saya pikir enggak lama lagi akan ke sana. Kalau orang pinjam di properti kan jaminannya jelas,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, masuknya dana ke sektor riil akan memicu permintaan di berbagai lini, mulai dari material bangunan seperti semen hingga kebutuhan konsumsi rumah tangga. Efek berantai ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Di sisi lain, belanja pemerintah dan stimulus memberikan suntikan langsung ke ekonomi. Di sisi lain, penurunan suku bunga kredit memperluas akses pembiayaan untuk sektor produktif.
Purbaya menegaskan bahwa peran pemerintah adalah menciptakan iklim yang kondusif agar pelaku usaha bisa bergerak optimal.
“Saya tidak sepintar pelaku ekonomi menentukan bisnis apa yang paling pas. Yang saya lakukan adalah membangun sistem agar mereka bisa mengoptimalkan kebutuhan mereka,” katanya.
Senada, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi 2025 akan mendapat dorongan besar dari tiga faktor utama, yaitu belanja pemerintah, arus investasi, dan stimulus fiskal yang diluncurkan menjelang akhir tahun.
“Stimulus yang dilepaskan di kuartal IV ini nilainya mendekati USD2 miliar atau sekitar Rp30 triliun. Itu akan sangat membantu,” ujarnya.
Airlangga optimistis kombinasi faktor tersebut akan menjaga momentum pertumbuhan, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi nasional menghadapi dinamika global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






