RI Dorong Penurunan Tarif AS, Sawit hingga Komponen Pesawat Jadi Komoditas Unggulan

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia terus mendorong penurunan tarif impor Amerika Serikat (AS) terhadap produk dalam negeri, dengan menyoroti sejumlah komoditas unggulan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan, peluang penghapusan tarif hingga mendekati 0% terbuka lebar bagi komoditas yang tidak diproduksi secara domestik oleh AS.
Komoditas yang dimaksud meliputi minyak kelapa sawit mentah (CPO), kopi, kakao, serta produk agro dan mineral, termasuk komponen pesawat terbang serta produk dari kawasan industri perdagangan bebas.
Baca Juga: Tarif Impor AS Bisa Nol Persen, Pemerintah Optimistis Ekspor Meningkat
Menurut Airlangga, pendekatan ini telah dibahas dalam pertemuan bilateral dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang memperkuat posisi Indonesia di pasar ekspor non-tradisional.
“Produk-produk yang tidak diproduksi di AS memiliki peluang besar untuk mendapatkan tarif 0 persen. Ini sedang dibahas dalam rangka negosiasi perdagangan,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa skema serupa telah dilakukan Indonesia dalam perjanjian dagang dengan Uni Eropa. Dalam IEU-CEPA, Indonesia memperoleh pembebasan tarif CPO sebagai bentuk pengakuan atas pentingnya komoditas tersebut bagi rantai pasok global.
Menurut pengamat perdagangan internasional dari Universitas Indonesia, Haryadi Wijaya, peluang tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah dengan pendekatan yang komprehensif.
“Amerika akan menilai manfaat timbal balik dari penurunan tarif. Maka, Indonesia perlu menawarkan insentif dagang yang juga menarik bagi AS,” katanya.
Baca Juga: Tarif AS Sudah Masuk Perhitungan RAPBN 2026, Pemerintah Optimistis Ekonomi Bangkit
Airlangga menambahkan bahwa pembahasan akan terus berlanjut hingga mencakup rincian teknis. “Masih ada sejumlah hal yang dijanjikan AS dan akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat,” katanya.
Seperti yang diketahui, Negosiasi ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi pasar ekspor, terlebih saat ketergantungan terhadap pasar tradisional seperti China dan Eropa mulai menunjukkan gejolak akibat ketidakpastian ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 6Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 7Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 9Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel
- 10Didamping Dasco hingga Teddy, Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati








