Tarif Impor AS Bisa Nol Persen, Pemerintah Optimistis Ekspor Meningkat

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia tengah membuka peluang penguatan kerja sama dagang dengan Amerika Serikat (AS), terutama dalam menurunkan tarif impor terhadap sejumlah produk unggulan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, pembahasan dengan pihak AS menunjukkan potensi penurunan tarif hingga mendekati 0% bagi produk-produk strategis Indonesia, termasuk kelapa sawit, kopi, dan kakao.
Dalam keterangan pers usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (24/7/2025), Airlangga menyebutkan bahwa komoditas yang tidak diproduksi di AS menjadi prioritas dalam negosiasi.
Produk tersebut antara lain kelapa sawit dan turunannya, kopi, kakao, serta komponen industri pesawat dan produk dari kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ).
“Jadi, itu sedang dalam pembahasan dan dimungkinkan lebih rendah dari 19 persen, bahkan mendekati 0 persen,” ujar Airlangga.
Baca Juga: Tarif AS Sudah Masuk Perhitungan RAPBN 2026, Pemerintah Optimistis Ekonomi Bangkit
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperluas akses pasar ekspor dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Menurut Airlangga, pendekatan yang dibangun mengacu pada skema serupa yang telah diterapkan melalui perjanjian Indonesia-Uni Eropa dalam Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang memberikan pembebasan tarif impor minyak sawit mentah (CPO) hingga 0%.
“Amerika melihat bahwa Eropa memberikan kita CPO 0 persen dalam EU CEPA, jadi ini menjadi benchmark yang dipertimbangkan,” tambahnya.
Negosiasi dengan AS akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, terutama membahas aspek teknis dan janji komitmen yang sebelumnya telah disampaikan oleh pemerintah AS.
Airlangga menegaskan bahwa pembicaraan ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi strategis Indonesia yang mengedepankan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.
Baca Juga: RAPBN 2026 Sudah Antisipasi Tarif 19 Persen AS, Pemerintah Klaim Negosiasi Berhasil
Langkah ini dinilai penting untuk menghadapi ketidakpastian global dan menjaga kinerja ekspor nasional, di tengah dinamika geopolitik dan tren proteksionisme di sejumlah negara mitra dagang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







