Tarif Trump Dibatalkan, Pasar Global Bernapas Lega, Sampai Kapan?

AKURAT.CO Putusan bulat Pengadilan Perdagangan Internasional AS resmi membatalkan sebagian besar tarif global Presiden Donald Trump, membawa angin segar bagi pasar dunia.
Seiring lonjakan indeks saham dan penguatan dolar AS, pelaku pasar menilai keputusan ini sebagai sinyal berakhirnya era ketidakpastian perdagangan yang telah mengguncang pasar global selama bertahun-tahun.
Dikutip dari laman reuters, tarif yang dibatalkan mencakup berbagai pungutan atas China, Meksiko, Kanada, dan negara lainnya, yang diberlakukan melalui Perintah Eksekutif dengan dalih keadaan darurat nasional.
Pengadilan menyatakan bahwa pembenaran berdasarkan defisit perdagangan dan perdagangan narkoba tidak cukup kuat untuk menggunakan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).
Baca Juga: Mengenal TACO, Sindiran Manuver Tarif Trump yang Tak Konsisten
“Triliunan dolar nilai pasar telah terdistorsi selama periode ketidakpastian ini. Tentunya keputusan ini menciptakan stabilitas hukum yang telah lama dinantikan oleh dunia usaha,” ujar analis senior pasar global dari JP Morgan, Linda Farrow.
Pasar Merespons Positif
Beberapa jam pasca putusan diumumkan, indeks Nasdaq 100 melonjak 2,1%, sementara mata uang yen Jepang (JPY) melemah terhadap dolar AS. Penguatan dolar menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan perdagangan AS yang lebih dapat diprediksi.
Senada dengan Linda, Ekonom dari Universitas Harvard, Prof. Michael Stein, mengatakan bahwa keputusan ini tidak hanya bersifat domestik, melainkan berdampak global.
“Perdagangan internasional kini mendapatkan kepastian hukum. Negara-negara mitra dagang AS akan lebih percaya diri dalam merumuskan strategi ekspor mereka," paparnya.
Tekanan terhadap Perekonomian Domestik
Sementara itu, negara bagian yang dipimpin oleh Partai Demokrat menyebut bahwa tarif era Trump merupakan pajak terselubung bagi konsumen AS. Mereka menilai kebijakan tersebut telah menaikkan harga barang, menghambat usaha kecil, dan memicu ketegangan dagang yang tidak perlu.
Langkah pengadilan juga menjadi kemenangan bagi kelompok usaha kecil dan advokasi hukum seperti Liberty Justice Center. Mereka sebelumnya menggugat kebijakan tersebut dengan argumen bahwa defisit perdagangan bukanlah keadaan darurat sebagaimana dimaksud dalam hukum.
Baca Juga: Tutup Masa Sidang DPR, Puan Soroti Lonjakan PHK hingga Dampak Tarif Trump
Meski keputusan ini telah membatalkan sebagian besar tarif, proses hukum masih jauh dari selesai. Departemen Kehakiman AS telah menyatakan banding, dan Mahkamah Agung AS berpotensi menjadi panggung penentu akhir.
Namun bagi dunia usaha dan pelaku pasar, keputusan ini telah memberi sinyal penting: era kebijakan tarif sepihak dengan dalih darurat tampaknya menuju akhirnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa 2026/27: Skor, H2H, Susunan Pemain
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana









