Trump Serang Ekonomi Venezuela! Tarif Baru Bikin Harga Minyak Naik

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali membuat gebrakan dengan memberlakukan tarif 25% terhadap negara mana pun yang membeli minyak dan gas dari Venezuela.
Kebijakan ini berpotensi mengguncang perdagangan energi global serta memperburuk hubungan AS dengan beberapa negara mitra dagangnya.
Mengutip dari laman Reuters, diketahui langkah tersebut diambil sebagai upaya menekan rezim Nicolás Maduro di Venezuela dengan mengurangi pendapatan dari ekspor minyak.
Namun, efek samping dari kebijakan ini bisa berdampak luas, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak Venezuela, termasuk China, India, dan beberapa negara Eropa.
Sedangkan jika dilihat dari sisi lainnya, AS sendiri merupakan pembeli utama minyak Venezuela melalui perusahaan Chevron Corp. Tentunya dengan tarif baru ini, harga minyak global mengalami fluktuasi tajam.
Baca Juga: Trump vs Venezuela: Tarif Baru, Sanksi Ketat, Siapa yang Kena?
Harga minyak mentah AS naik hingga 1,5% sebelum turun sedikit ke 1,2%, mencapai USD69,07 per barel pada Senin (24/3/2025) lalu.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa tarif ini dapat memperparah ketegangan dagang global.
"Kebijakan tersebut hanya akan menambah rangkaian ketidakpastian di pasar energi. Jika negara-negara lain merespons dengan kebijakan serupa, bisa terjadi gangguan besar dalam rantai pasokan minyak dunia," ujar analis energi di Wall Street, David Campbell.
Venezuela sendiri mengecam keputusan Trump tersebut, seraya menyebut kebijakan tersebut sebagai kebijakan ilegal dan sewenang-wenang.
Bahkan pemerintah Maduro berencana akan mengajukan gugatan ke organisasi internasional guna menentang kebijakan tersebut.
Baca Juga: Venezuela Denda TikTok Rp150 Miliar karena Tantangan Video Mematikan
Dengan penerapan tarif yang akan mulai berlaku 2 April 2025, banyak pihak menanti reaksi negara-negara pengimpor minyak Venezuela, terutama China dan India.
Jika mereka tetap membeli minyak dari Venezuela, mereka harus siap menghadapi konsekuensi ekonomi dari tarif baru AS ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







