Akurat

Bappenas Andalkan BPI Danantara Pacu Investasi, Target Ekonomi Tembus 8%

Hefriday | 3 Maret 2025, 12:15 WIB
Bappenas Andalkan BPI Danantara Pacu Investasi, Target Ekonomi Tembus 8%

AKURAT.CO Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara harus berperan sebagai motor utama dalam mendorong investasi strategis yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

"Kita harus memastikan seluruh investasi yang dikelola dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," ujar Rachmat pasca bertemu dengan CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani di Jakarta, Senin (3/3/2025).

Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi strategis antara pemerintah dan Danantara guna mengatasi berbagai permasalahan sosial serta ekonomi.

Diskusi yang berlangsung pun menyoroti bagaimana investasi dapat dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Rachmat menilai bahwa peran Danantara sangat krusial dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% pada tahun 2029. Hal ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional.

Baca Juga: SBY Soal BPI Danantara: Niat Prabowo Baik, Tapi Harus Dikelola dengan Transparan!

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah program intervensi strategis sebagai pelengkap peran Danantara. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang cukup dan berkualitas.

Tak hanya itu, upaya pembangunan juga diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan melalui perbaikan sekolah serta pengembangan infrastruktur di wilayah pedesaan. Langkah-langkah tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Kementerian PPN/Bappenas tengah melakukan konsolidasi program agar setiap inisiatif dapat terintegrasi secara optimal dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Menurut Rachmat, Danantara memiliki peran sentral dalam menggerakkan investasi dan menciptakan dampak sosial yang signifikan.

Dalam diskusi tersebut, Rachmat dan Rosan juga membahas berbagai model pengelolaan investasi yang potensial untuk dikembangkan, dengan merujuk pada contoh model Temasek yang telah sukses diterapkan di Singapura dan China.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Danantara Jadi Katalis Positif IHSG, Tapi Perlu Waktu

Sebagai tindak lanjut, Kementerian PPN/Bappenas siap menjajaki kerjasama melalui penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Danantara. Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa setiap kebijakan investasi yang diambil dapat terkoordinasi dengan baik dan memanfaatkan sumber daya secara optimal.

Menteri PPN juga mengkritisi hambatan birokrasi yang kerap mengganggu implementasi kebijakan. Menurutnya, birokrasi seharusnya menjadi mesin percepatan pembangunan, khususnya di era kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, agar target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

Komitmen untuk mendukung upaya Danantara juga ditegaskan oleh Kepala Bappenas. Ia menyatakan bahwa Kementerian PPN/Bappenas akan terus bersinergi dengan Danantara untuk memastikan bahwa setiap langkah kebijakan investasi tidak hanya mendongkrak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa