Berkat Stimulus dan Belanja Pemerintah, Pertumbuhan Ekonomi Thailand Kuartal III-2024 Tembus 3 Persen
Demi Ermansyah | 19 November 2024, 13:45 WIB

AKURAT.CO Ekonomi Thailand menunjukkan pertumbuhan lebih cepat dari yang diperkirakan pada kuartal ketiga 2024, ditopang oleh kenaikan ekspor dan pengeluaran pemerintah.
Menurut Dewan Pengembangan Ekonomi dan Sosial Nasional Thailand (NESDC), Produk Domestik Bruto (PDB) Thailand tumbuh 3,0% secara tahunan hingga September, lebih tinggi dibandingkan prediksi median 2,4% serta angka revisi 2,2% pada kuartal sebelumnya. Secara kuartalan, ekonomi Thailand tumbuh 1,2%, melampaui ekspektasi 0,8%.
Meskipun mencatat pertumbuhan positif, ekspansi tahunan Thailand masih di bawah negara tetangga seperti Indonesia (4,95%) dan Malaysia (5,3%).
Dalam rangka menjaga momentum pemulihan hingga 2025, Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra menyampaikan rencana tambahan stimulus, termasuk kemungkinan pemberian bantuan tunai.
“Pengeluaran pemerintah akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi tahun depan, memperkuat konsumsi swasta dan sektor pariwisata,” jelasnya dalam konferensi pers di Bangkok, dikutip dari Bloomberg, Selasa (19/11/2024).
Tak hanya itu saja, indeks saham utama Thailand naik 0,6%, mengungguli kenaikan 0,3% indeks MSCI ASEAN, meski nilai baht cenderung stabil. Namun, pemerintah tetap fokus mengendalikan biaya pinjaman di tengah melambatnya pengeluaran rumah tangga.
Merespon hal tersebut, Ekonom Bloomberg Economics, Tamara Mast Henderson memprediksi Bank Sentral Thailand (BoT) akan mempertahankan suku bunga pada Desember mendatang, dibantu stimulus pemerintah yang mendukung pertumbuhan.
NESDC memperkirakan pertumbuhan PDB 2024 berada di angka 2,6%, dengan proyeksi tahun 2025 berkisar antara 2,3%-3,3%.
Namun, beberapa tantangan tetap mengintai, termasuk ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan Presiden AS terpilih, Donald Trump, serta tingginya utang rumah tangga. Meski begitu, langkah-langkah keringanan utang yang akan segera diumumkan diharapkan dapat memberikan dampak positif.
Sementara itu, investasi publik meningkat lebih dari 25% pada kuartal ketiga, ekspansi pertama dalam enam kuartal terakhir.
Peningkatan ini berbanding terbalik dengan penurunan investasi swasta yang tetap terkontraksi meskipun menunjukkan perbaikan dibanding kuartal sebelumnya. Ekspor juga menunjukkan kinerja baik, mencatat surplus sekitar USD5,8 miliar.
Komoditas seperti beras, karet, dan perangkat telekomunikasi mencatat kenaikan nilai, meski produk otomotif dan minyak bumi mengalami penurunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









