Akurat Logo

Danantara Wajibkan Investor Asing Gandeng Perusahaan Lokal di Proyek PSEL

Esha Tri Wahyuni | 31 Oktober 2026, 14:03 WIB
Danantara Wajibkan Investor Asing Gandeng Perusahaan Lokal di Proyek PSEL
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani

AKURAT.CO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mewajibkan perusahaan asing yang membawa teknologi dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk menggandeng perusahaan lokal. Kebijakan ini diarahkan untuk membuka peluang bisnis sekaligus mendorong transfer teknologi kepada pelaku usaha nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, keterlibatan perusahaan lokal menjadi salah satu syarat dalam kerja sama dengan investor asing yang membawa teknologi untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Menurut Rosan, Danantara tidak ingin mengambil alih peran sektor swasta dalam pengembangan proyek strategis. Sebaliknya, lembaga tersebut berupaya memperluas kesempatan bagi perusahaan nasional agar dapat terlibat langsung dalam berbagai proyek investasi.

Baca Juga: Pengembang PSEL Denera Kian Didominasi Pemain Lokal

"Kami bisa saja bekerja sama dengan perusahaan yang membawa teknologi, dengan perusahaan asing. Tapi tidak, kami mewajibkan mereka juga berpartner dengan perusahaan lokal," ujar Rosan dikutip dari YouTube Kadin, Sabtu (31/10/2026).

Rosan menjelaskan, kemitraan antara perusahaan asing dan perusahaan lokal diharapkan tidak hanya membuka akses terhadap proyek investasi, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi.

Dengan begitu, perusahaan nasional diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan usahanya, termasuk dalam mengembangkan industri pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Rosan menegaskan, kehadiran Danantara bukan untuk menggantikan peran dunia usaha. Justru, lembaga tersebut ingin memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta agar semakin banyak perusahaan nasional yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

Di sisi lain, Rosan mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dibenahi untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan transparan.

Di lingkungan Danantara, pihaknya juga terus mengoptimalkan pengelolaan aset, meningkatkan produktivitas, serta memperbaiki efisiensi badan usaha milik negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaannya.

Rosan menambahkan, Danantara akan melanjutkan proses konsolidasi secara berkelanjutan sekaligus memperluas pelibatan dunia usaha pada tahun mendatang.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.