Gubernur Bank Sentral Thailand Tak Tergesa-gesa Turunkan Suku Bunga
Demi Ermansyah | 24 Oktober 2024, 19:09 WIB

AKURAT.CO Gubernur Bank Sentral Thailand, Sethaput Suthiwartnarueput mengisyaratkan bahwa para pengambil kebijakan tidak akan terburu-buru melanjutkan keputusan menurunkan suku bunga minggu lalu dan membela target inflasi yang ditetapkan.
Hal ini dinyatakan Sethaput ketika pemerintah Thailand mendesak agar ada kebijakan moneter yang lebih longgar dan menaikkan target inflasi.
"Berdasarkan hal yang baru kami re-kalibrasi, saya memandang persyaratan untuk kembali memotong suku bunga harus cukup tinggi," kata Sethaput dalam wawancara dengan Bloomberg TV di Washington, Kamis (24/10/2024).
"Berdasarkan hal yang baru kami re-kalibrasi, saya memandang persyaratan untuk kembali memotong suku bunga harus cukup tinggi," kata Sethaput dalam wawancara dengan Bloomberg TV di Washington, Kamis (24/10/2024).
Baca Juga: Bank Sentral Thailand Pangkas Suku Bunga 25 Basis Poin, Pelonggaran Moneter Pertama dalam 4 Tahun
Dia mengatakan pertumbuhan kredit yang melambat adalah faktor-faktor yang meyakinkan bank sentral menurunkan suku bunga untuk kali pertama dalam lebih dari empat tahun. Sethaput menambahkan langkah kebijakan di masa depan harus berdasarkan perkiraan inflasi, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan.
Pernyataan gubernur bank sentral ini mengisyaratkan bahwa badan moneter ini akan mempertimbangkan dengan seksama sebelum memotong suku bunga. Hal ini membuat bank sentral berseberangan dengan pemerintah Perdana Menteri Paetongtarn Shinwatra yang terus meminta suku bunga rendah dan target inflasi lebih tinggi untuk memicu ekonomi yang lesu.
Sethaput, yang akan bertemu dengan Menteri Keuangan Pichai Chunhavajira bulan ini juga untuk menyepakati target inflasi tahun lalu, mengatakan kerangka kerja yang saat ini ada sudah membantu ekonomi dengan baik.
Dia menjelaskan kerangka kerja itu berhasil menahan ekspektasi harga dan membantu bank sentral menerapkan kebijakan ketat yang moderat di saat negara-negara tetangga menaikkan suku bunga dengan agresif.
"Jika anda menggerakkan batas dan memindahkannya ke atas, tentu saja ekspektasi pun akan meningkat" dan akhirnya membuat biaya hidup lebih tinggi dan juga imbal balik obligasi," kata gubernur bank sentral tersebut.
Dia mengatakan pertumbuhan kredit yang melambat adalah faktor-faktor yang meyakinkan bank sentral menurunkan suku bunga untuk kali pertama dalam lebih dari empat tahun. Sethaput menambahkan langkah kebijakan di masa depan harus berdasarkan perkiraan inflasi, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan.
Pernyataan gubernur bank sentral ini mengisyaratkan bahwa badan moneter ini akan mempertimbangkan dengan seksama sebelum memotong suku bunga. Hal ini membuat bank sentral berseberangan dengan pemerintah Perdana Menteri Paetongtarn Shinwatra yang terus meminta suku bunga rendah dan target inflasi lebih tinggi untuk memicu ekonomi yang lesu.
Sethaput, yang akan bertemu dengan Menteri Keuangan Pichai Chunhavajira bulan ini juga untuk menyepakati target inflasi tahun lalu, mengatakan kerangka kerja yang saat ini ada sudah membantu ekonomi dengan baik.
Dia menjelaskan kerangka kerja itu berhasil menahan ekspektasi harga dan membantu bank sentral menerapkan kebijakan ketat yang moderat di saat negara-negara tetangga menaikkan suku bunga dengan agresif.
"Jika anda menggerakkan batas dan memindahkannya ke atas, tentu saja ekspektasi pun akan meningkat" dan akhirnya membuat biaya hidup lebih tinggi dan juga imbal balik obligasi," kata gubernur bank sentral tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









