Akurat

Powell Kirim Sinyal Penurunan Suku Bunga Bank Sentral AS

Demi Ermansyah | 26 Agustus 2024, 17:47 WIB
Powell Kirim Sinyal Penurunan Suku Bunga Bank Sentral AS

AKURAT.CO Ketua Bank Sentral AS (The Fed), Jerome Powell mengatakan bahwa sudah saatnya bagi pihaknya untuk memulai menurunkan suku bunga, hal ini mengacu kepada semakin meningkatnya risiko terhadap pasar tenaga kerja dan inflasi yang semakin mendekati target 2%.

"Risiko kenaikan inflasi telah berkurang. Dan risiko penurunan terhadap lapangan kerja telah meningkat," ucap Powell melalui lansiran Reuters.
 
Oleh karena itu, lanjutnya, sudah saatnya Bank Sentral menyesuaikan kebijakan. Arah kebijakan sudah jelas, dan waktu serta kecepatan penurunan suku bunga akan bergantung pada data yang masuk, perkembangan prospek, dan keseimbangan risiko.
 
Mengacu pada mandat ganda yang diberikan Kongres kepada The Fed, Powell menyatakan bahwa keyakinannya semakin kuat bahwa inflasi sedang menuju target 2% secara berkelanjutan, pasca sebelumnya mencapai sekitar 7% selama pandemi COVID-19 meskipun tingkat pengangguran masih alami peningkatan.

Powell menjelaskan bahwa kenaikan hampir satu poin persentase dalam tingkat pengangguran selama setahun terakhir sebagian besar disebabkan oleh peningkatan jumlah tenaga kerja dan perlambatan perekrutan, bukan oleh peningkatan PHK. Namun, ia menekankan bahwa The Fed bertekad untuk mencegah penurunan lebih lanjut pernyataan sebelumnya mengenai "rasa sakit" di pasar tenaga kerja yang mungkin diperlukan untuk menekan inflasi kini sudah tidak lagi relevan.

Dengan tingkat pengangguran saat ini berada di angka 4,3%, yang dianggap oleh para pejabat The Fed sebagai konsisten dengan inflasi yang stabil dalam jangka panjang, Powell menegaskan bahwasanya pihaknya tidak mencari atau mengharapkan pendinginan lebih lanjut dalam kondisi pasar tenaga kerja.
 
Baca Juga: Berkebalikan dari Trump, Harris Tak Akan Intervensi The Fed

"Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung pasar tenaga kerja yang kuat sambil terus membuat kemajuan menuju stabilitas harga. Dengan penyesuaian kebijakan yang tepat, ada alasan yang baik untuk percaya bahwa ekonomi akan kembali ke inflasi 2 persen sambil mempertahankan pasar tenaga kerja yang kuat," paparnya..

Pernyataan Powell ini mendekati pengakuan akan keberhasilan dalam mengatasi lonjakan inflasi yang mengguncang perekonomian pada awal pandemi.

Kenaikan harga yang pesat membuat The Fed meningkatkan suku bunga acuan dari hampir nol menjadi kisaran 5,25%-5,50%, yang merupakan level tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Suku bunga ini telah dipertahankan selama lebih dari setahun, meskipun ekonomi terus tumbuh, inflasi menurun, dan prediksi resesi sering kali tidak terwujud, menciptakan apa yang disebut sebagai "soft landing," dengan akhir dari periode suku bunga tinggi yang tampaknya akan segera dimulai.

Walaupun tugas ini belum selesai, lanjut Powell, pihaknya telah membuat kemajuan besar menuju pemulihan stabilitas harga. Bahkan The Fed mendefinisikan stabilitas harga sebagai inflasi 2% yang diukur oleh indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang saat ini berjalan pada tingkat tahunan 2,5%.

Powell menyampaikan komentarnya di Jackson Lake Lodge di Taman Nasional Grand Teton, Wyoming, kepada para bankir sentral dan ekonom dalam pertemuan yang menjadi platform global bagi para pejabat untuk membahas kebijakan moneter dan ekonomi.

Komentar Powell sebagian besar memperkuat keputusan yang telah diindikasikan oleh pernyataan sebelumnya dan hasil pertemuan Fed pada bulan Juli, yang menyebutkan bahwa "sebagian besar" pembuat kebijakan sepakat bahwa pemotongan suku bunga kemungkinan akan dimulai bulan depan.

Namun, pernyataan tegas dari Powell kini menegaskan bahwa The Fed sedang memulai babak baru dalam kebijakan moneternya. Meski begitu, Powell tidak memberikan banyak petunjuk tentang bagaimana The Fed akan mempertimbangkan keputusan-keputusan selanjutnya saat mereka bergerak menuju pelonggaran kebijakan yang telah lama dinanti ini.

Seperti pidato-pidatonya sebelumnya di Jackson Hole, sebagian besar komentar Powell kali ini bersifat penjelasan, menguraikan kombinasi faktor-faktor penawaran dan permintaan yang menyebabkan inflasi melonjak pada awal pandemi, alasan mengapa inflasi bertahan lebih lama dari yang diperkirakan, dan bagaimana pembalikan faktor-faktor tersebut memungkinkan inflasi turun tanpa banyak merugikan pasar tenaga kerja.

Pejabat The Fed akan mempresentasikan proyeksi ekonomi terbaru pada pertemuan mereka pada 17-18 September, yang diharapkan memberikan lebih banyak detail tentang bagaimana mereka memperkirakan perkembangan suku bunga acuan ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.